logo

FX.co ★ Emas di Atas $4.700

Emas di Atas $4.700

Harga emas melanjutkan kenaikan tiga harinya kemarin di tengah sinyal bahwa perang di Timur Tengah mungkin akan segera berakhir, seiring beralihnya fokus para trader dari kenaikan suku bunga ke risiko jangka panjang perlambatan ekonomi, yang sebelumnya telah mendorong harga emas. Pasar, yang merespons meredanya ketegangan geopolitik, kini meninjau kembali prioritas jangka pendeknya.

Emas di Atas $4.700

Penurunan tajam minat terhadap emas sebagai aset safe haven sebagian besar didorong oleh kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah, yang dapat memicu kenaikan inflasi dan lonjakan suku bunga global secara cepat. Namun, seiring meredanya risiko eskalasi konflik, para investor kembali melirik emas, karena dampak perang di Timur Tengah akan terasa dalam jangka panjang bagi negara-negara dengan perekonomian yang bergantung pada impor energi.

Harga emas naik 1,2% dan melampaui $4.700 per troy ounce, melanjutkan lonjakan 3,5% pada sesi sebelumnya, setelah itu sebagian kerugian berhasil tertutupi.

Seperti yang saya nyatakan, Presiden Donald Trump kemarin menyatakan bahwa ia memperkirakan perang dengan Iran akan berakhir dalam dua hingga tiga minggu, dengan mengisyaratkan bahwa Amerika pada dasarnya telah mencapai tujuan militernya dan akan mengizinkan negara-negara lain untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini memicu aktivitas yang cukup signifikan di pasar keuangan, mencerminkan harapan akan adanya deeskalasi ketegangan yang cepat di salah satu kawasan kunci dunia. Pernyataan pemimpin Amerika tersebut, yang disampaikan di tengah upaya diplomatik, dipandang sebagai sinyal potensi penurunan risiko terhadap pasokan energi. Dibukanya kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pasar minyak global, dapat menstabilkan harga energi dan berdampak positif pada perekonomian dunia, sekaligus memperlambat proses inflasi.

Daya tarik emas sebagai aset safe haven biasanya kembali menguat ketika fokus bergeser dari inflasi ke risiko-risiko terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, mengingat konflik masih jauh dari kata usai, Federal Reserve masih memiliki banyak ruang untuk kembali menaikkan suku bunga dalam siklus ini.

Terlepas dari pemulihan dalam beberapa hari terakhir, penurunan harga emas hampir 12% pada bulan Maret menjadi kinerja bulanan terburuk sejak Oktober 2008. Perang di Timur Tengah, yang kini telah berlangsung selama lima minggu, telah mengguncang pasar global dan mengurangi pasokan energi serta berbagai komoditas lain, sehingga memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi yang tajam dan menutupi daya tarik tradisional emas sebagai tempat berlindung bagi modal.

Emas di Atas $4.700

Melihat kondisi teknikal emas saat ini, pembeli perlu menembus level resistance terdekat di $4.708. Jika level ini berhasil dilewati, target berikutnya berada di $4.771, dan area di atas level tersebut diperkirakan akan cukup sulit untuk ditembus. Target tertinggi saat ini berada di kisaran $4835. Jika harga emas turun, pihak penjual akan berupaya mengambil kendali di level $4.647. Jika level ini berhasil ditembus ke bawah, penurunan tersebut akan menjadi pukulan serius bagi posisi pembeli dan dapat mendorong emas turun ke level terendah $4.591, dengan potensi berlanjut hingga $4.531.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading