logo

FX.co ★ Dolar Menanti Tanggapan atas Ultimatum

Dolar Menanti Tanggapan atas Ultimatum

Jam terus berdetak. Tanggal dan waktu berakhirnya ultimatum Donald Trump kepada Iran semakin mendekat. Namun, pasar justru bergerak dengan ketenangan yang tidak biasa. Indeks saham AS menguat, dan bersamanya, EUR/USD juga naik. Cukup janggal melihat kenaikan permintaan terhadap aset berisiko ketika peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran nyaris nol, dan kemungkinan adanya penundaan baru terhadap tuntutan tersebut juga kecil. Skenario serangan bom terhadap infrastruktur justru memiliki probabilitas tertinggi, dan dalam kondisi seperti itu, seharusnya investor beralih ke aset safe haven.

Menurut International Energy Agency, krisis di pasar minyak saat ini telah melampaui guncangan tahun 1970-an dan 2022 jika digabungkan. Korban utama adalah negara-negara dengan perekonomian yang bergantung pada minyak di Asia dan Eropa. European Central Bank memperkirakan bahwa dalam skenario pesimistis, inflasi dapat melonjak hingga 6% dan mendorong Zona Euro ke dalam resesi. Tanda-tanda awal memburuknya situasi sudah mulai terlihat—kepercayaan investor terhadap blok mata uang tersebut merosot ke titik terendah dalam lebih dari satu tahun.

Dinamika Kepercayaan Investor Eropa

Dolar Menanti Tanggapan atas Ultimatum

Situasi ini diperburuk oleh kenaikan harga gas di Eropa lebih dari 60% sejak dimulainya konflik bersenjata di Timur Tengah. Memang, empat tahun lalu, akibat peristiwa di Ukraina, harga bahan bakar biru melambung jauh lebih cepat. Namun, jika perang di Iran berlangsung lama, guncangannya akan jauh lebih besar. Pada 2022, nilai euro sempat turun di bawah paritas terhadap dolar AS. Untuk saat ini, mata uang tersebut masih bertahan stabil.

Perekonomian Amerika tampak jauh lebih tangguh dibandingkan dengan perekonomian Eropa. Trump mengusulkan agar para sekutu mengambil minyak mereka sendiri dengan paksa, atau membelinya dari Amerika Serikat. Negeri itu dapat meningkatkan ekspor energi serta menambah produksi gas dan minyak.

Dinamika Harga Gas di Eropa

Dolar Menanti Tanggapan atas Ultimatum

Lalu mengapa EUR/USD tidak terburu-buru bergerak turun? Mungkin para investor masih berharap akan adanya gencatan senjata terhadap pola falling flag atau penundaan lain terhadap ultimatum Trump. Namun, fakta bahwa keputusan presiden akan diumumkan setelah penutupan pasar saham menunjukkan bahwa kemungkinan yang terjadi bisa apa saja—mulai dari pemboman infrastruktur energi Iran hingga serangan ke pulau strategis Kharg.

Setiap eskalasi konflik geopolitik akan menyulut lonjakan Brent dan mendukung dolar AS sebagai aset safe haven. Batas antara cinta dan benci itu tipis, sehingga membeli EUR/USD bisa berakibat mahal bagi para investor.

Dolar Menanti Tanggapan atas Ultimatum

Dengan latar belakang ini, publikasi notulen rapat FOMC bulan Maret mengenai proyeksi suku bunga menjadi kurang mendapat perhatian. Pasar akan mencermatinya besok. Hari ini, geopolitik tetap berada di pusat perhatian mereka.

Secara teknikal, pada grafik harian, EUR/USD masih berkonsolidasi dalam rentang nilai wajarnya di 1,15–1,163. Pada saat yang sama, kembalinya kuotasi di bawah moving averages dan level support di 1,1525 akan menjadi bukti serangan bearish dan alasan untuk membentuk posisi jual. Pertimbangkan untuk membeli jika terjadi penembusan yang berhasil pada level pivot 1,159.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading