
Pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan sangat tenang pada hari Selasa, meskipun dirilis beberapa laporan penting dan berdampak besar dari Inggris. Pertama, mari mulai dengan laporan pengangguran, yang secara tak terduga turun dari 5,2% menjadi 4,9%, di bawah proyeksi 5,2%. Penurunan salah satu indikator makroekonomi utama seperti ini seharusnya memicu penguatan mata uang Inggris. Dan memang akan terjadi, jika bukan karena satu hal—pasar telah mengabaikan latar belakang makroekonomi selama dua bulan terakhir.
Tidak perlu untuk mencari "masalah tersembunyi" dalam laporan tersebut. Ini bukan kali pertama pasar tidak merespons terhadap data penting. Seandainya laporan tersebut tidak sekuat yang terlihat pada pandangan awal, seharusnya pound langsung melemah setelah data dirilis. Jika laporannya sungguh positif, maka seharusnya mata uang Inggris mengalami penguatan. Namun, kedua situasi ini tidak terlihat, dan kenaikan moderat dolar AS hanya bersifat sebagai koreksi. Pasangan GBP/USD juga mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut, sehingga penyesuaian kecil tidak akan membawa masalah.
Walaupun dampak geopolitik mulai berkurang, pasar masih tampak ragu untuk bereaksi terhadap aspek-aspek fundamental dan makroekonomi yang biasa. Rapat Bank of England dan Federal Reserve akan segera diadakan, dan sebulan yang lalu, bank sentral Inggris tampak jauh lebih "hawkish" dibandingkan rekan-rekannya di Amerika. Meskipun begitu, dolar tetap menguat, sepenuhnya dipicu oleh faktor-faktor geopolitik.
Saat ini, pasar berada dalam ketidakpastian, karena belum ada kepastian apakah pembicaraan baru antara Teheran dan Washington akan dilangsungkan minggu ini. JD Vance mungkin sudah berkunjung ke Islamabad, tetapi apa yang dapat mencegah Iran untuk kembali menolak mengadakan pertemuan? Selain itu, berbagai laporan menunjukkan bahwa tidak ada kesepakatan di Teheran mengenai pembicaraan dengan AS. Korps Pengawal Revolusi Islam bersikeras dengan pendirian mereka: tidak ada negosiasi sebelum Washington mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Di sisi lain, pemimpin agama Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, siap untuk bertemu demi menyelesaikan konflik dengan cepat. Kebingungan mengenai siapa yang sebenarnya berkuasa dan membuat keputusan di negara itu masih belum terjawab.
Mengenai negosiasi itu sendiri, kami tetap cukup skeptis. Kami masih belum memahami apa yang ingin dinegosiasikan oleh kedua belah pihak ketika tidak ada satu pun yang bersedia berkompromi pada isu-isu pokok. Satu-satunya harapan bagi dunia adalah tercapainya kesepakatan nuklir yang mirip dengan perjanjian yang pernah ada antara kedua negara sepuluh tahun lalu. Lebih spesifik, utusan dari organisasi internasional akan diperbolehkan untuk mengakses fasilitas nuklir Iran guna mengawasi uranium yang diperkaya. Namun, apakah Teheran bersedia untuk menyepakati kesepakatan nuklir baru setelah Donald Trump menarik diri secara sepihak dari perjanjian yang sama sebelumnya? Dalam pandangan Teheran, perjanjian dengan AS tidak menjamin kenyataan apa pun.

Volatilitas rata-rata pasangan GBP/USD selama 5 hari trading terakhir adalah 67 pip, yang dikategorikan sebagai "rata-rata". Pada hari Rabu, 22 April, kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak dalam kisaran antara 1.3434 dan 1.3568. Kanal regresi linear bagian atas telah berbalik turun, memberi sinyal tren bearish. Indikator CCI telah memasuki area jenuh beli dan membentuk divergensi "bearish", yang mengindikasikan potensi terjadinya koreksi turun.
Level Support Terdekat:
- S1 – 1.3489
- S2 – 1.3428
- S3 – 1.3367
Level Resistance Terdekat:
- R1 – 1.3550
- R2 – 1.3611
- R3 – 1.3672
Rekomendasi Trading:
Pasangan GBP/USD terus mengalami pemulihan setelah dua bulan dipengaruhi faktor geopolitik. Kebijakan Trump akan terus memberi tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan mata uang AS pada tahun 2026. Dengan demikian, posisi buy dengan target di 1.3916 dan lebih tinggi tetap relevan ketika harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah moving average, posisi sell dapat dipertimbangkan dengan target di 1.3428 dan 1.3367, dengan mempertimbangkan faktor geopolitik. Dalam beberapa bulan terakhir, hampir semua berita dan peristiwa berbalik melawan pound Inggris, memperpanjang tren turun. Namun, kondisi geopolitik saat ini tidak lagi mendukung dolar, dan pound kini tampak berada dalam posisi yang lebih nyaman.
Penjelasan untuk Ilustrasi:
- Kanal regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke arah yang sama, maka tren saat ini tergolong kuat.
- Garis moving average (pengaturan 20,0, smoothed) menentukan tren jangka pendek dan arah pergerakan yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini.
- Level Murray merupakan level target untuk pergerakan dan koreksi.
- Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kemungkinan kanal harga tempat pasangan ini akan bergerak pada hari berikutnya, berdasarkan indikator volatilitas saat ini.
- Indikator CCI yang memasuki area jenuh jual (di bawah -250) atau area jenuh beli (di atas +250) menandakan mendekatnya pembalikan tren ke arah yang berlawanan.
