Iran telah menawarkan cukup banyak, tetapi itu masih belum memadai. Begitulah reaksi Donald Trump terhadap proposal yang disampaikan dari Teheran melalui perantara Pakistan. Proposal tersebut membahas syarat-syarat pembukaan Selat Hormuz berdasarkan kerangka hukum baru untuk pergerakan tanker. AS harus mencabut blokade dan memberikan jaminan tidak akan melakukan agresi di masa depan. Keyakinan ara investor bahwa gencatan senjata pada akhirnya akan mengarah pada perdamaian meningkatkan selera risiko global dan mendukung serangan balasan kubu bullish pada EUR/USD.
Semua orang memikirkan hari esok, tetapi tak seorang pun mempertimbangkan konsekuensinya. Ekonomi global berada di tepi jurang. Semakin lama Selat Hormuz tetap diblokir, semakin tinggi risiko lonjakan harga Brent dan WTI serta semakin besar kemungkinan terjadinya resesi global. Pergerakan melalui jalur minyak utama dunia ini pada dasarnya telah terhenti.
Dinamika Lalu Lintas Tanker Melalui Selat Hormuz

Mereka yang paling rentan akan menanggung beban paling besar. Terutama, negara dan kawasan yang bergantung pada pasokan minyak dan gas akan terdampak. Ini termasuk zona euro, dengan pelemahan aktivitas bisnis sebagai tanda peringatan pertama bagi perekonomian. Sementara itu, Bank Sentral Eropa tetap berpegang pada retorika hawkish dan tampaknya tidak berniat mengulangi kesalahan empat tahun lalu. Saat itu, Governing Council terlalu lama menunda pengetatan kebijakan moneter sebagai respons terhadap kenaikan harga konsumen.
Credit Agricole menyebut sikap agresif ECB ini gertakan hawkish. Memang, apa yang boleh dilakukan Jupiter—dalam kasus ini, AS—tidak bisa begitu saja diterapkan pada sang bull—zona euro. Perekonomiannya sudah terpukul oleh suku bunga tinggi; untuk apa memperburuk situasi?
Namun, ECB akan tetap mencoba. Para pakar Bloomberg memperkirakan harga konsumen di zona euro akan meningkat menjadi 3% pada bulan April, level tertinggi sejak dimulainya konflik bersenjata di Ukraina. Jika dalam kondisi seperti ini mereka terus berdiam diri, balasannya bisa berupa lonjakan CPI ke angka dua digit dalam waktu sangat dekat.
Dinamika Inflasi Eropa

Dengan demikian, ECB berada dalam dilema. Namun, pasar tampaknya sudah membuat keputusan. Mereka memperkirakan suku bunga deposito akan tetap sebesar 2% setelah pertemuan Dewan Gubernur bulan April, yang kemudian akan diikuti oleh komentar bernada hawkish dari Christine Lagarde yang memberi sinyal pengetatan kebijakan moneter pada bulan Juni. Inilah alasan penguatan EUR/USD—berkat perbedaan kebijakan tersebut.

Rally kenaikan pada pasangan mata uang utama ini juga didukung oleh rekor tertinggi pada indeks saham AS, yang memberikan tekanan menurun pada dolar AS sebagai aset safe-haven. Selain itu, kesiapan Kongres untuk memberikan suara bagi Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, turut berkontribusi. Untuk itu, Gedung Putih harus menyetujui penghentian investigasi terhadap Jerome Powell.
Dari sudut pandang teknikal, grafik harian EUR/USD menunjukkan pantulan dari fair value di 1,169, dengan kubu bull melancarkan serangan balasan. Namun, kegagalan upaya menembus level pivot di $1,176, atau ketidakmampuan euro untuk berkonsolidasi di atas support di $1,173, akan menjadi sinyal peluang jual.
