GBP/USD turun ke dalam bullish imbalance 18, bereaksi terhadap pola ini, membentuk pola candlestick Bullish Engulfing, lalu membentuk retracement ke dalam bearish imbalance 19. Sejak saat itu, pasangan ini tetap berada di dalam pola tersebut, menunjukkan sedikit keinginan untuk bergerak melampaui batas-batasnya. Tidak ada reaksi berarti yang muncul dari imbalance 19, sehingga struktur grafik masih mendukung skenario bullish. Pada saat yang sama, pola ini belum juga tervalidasi maupun dibatalkan.
Kenaikan pound sterling dalam satu setengah minggu terakhir didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terkait kemungkinan tercapainya framework agreement antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, pada minggu lalu peluang untuk mencapai kesepakatan semacam itu dalam waktu dekat menurun tajam, sementara probabilitas terjadinya ketegangan berkepanjangan dan gagalnya negosiasi meningkat secara signifikan. Akibatnya, pelaku pasar dengan prospek bearish kembali memperoleh dukungan jangka pendek, yang berpotensi berkembang menjadi faktor jangka panjang mengingat perkembangan terbaru yang datang dari Timur Tengah.

Berita terbaru sama sekali tidak menggembirakan. Donald Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa Iran sedang melakukan negosiasi rahasia dengan Oman terkait pengendalian Selat Hormuz dan kemungkinan pengenaan biaya transit bagi kapal-kapal yang melintas. Saya tidak dapat memverifikasi kebenaran informasi ini, tetapi Scott Bessent mengancam akan menjatuhkan sanksi berat terhadap Oman, sementara Donald Trump memperingatkan kemungkinan aksi militer. Pada hari Senin, Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan, sementara pejabat di Teheran menyatakan bahwa tidak ada kemajuan berarti yang dicapai dalam negosiasi belakangan ini.
Skenario penyelesaian konflik di Timur Tengah perlahan-lahan mulai keluar dari kebuntuan berkepanjangan, tetapi para pelaku pasar tetap khawatir bahwa perubahan berikutnya mungkin kembali mengarah pada eskalasi. Faktanya, inilah yang terjadi selama sekitar satu setengah minggu terakhir. Minggu lalu, Amerika Serikat melancarkan dua serangan rudal terhadap target-target Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Kuwait. Minggu yang baru dimulai kembali dengan pola yang sama. Negosiasi hanya dapat diharapkan tidak akan runtuh karenanya dan kesepakatan yang kabarnya sudah hampir rampung tersebut tidak akan dibatalkan. Belakangan ini, hampir semua laporan yang masuk bernada pesimistis, sehingga sangat menguntungkan posisi pelaku pasar dengan pandangan bearish.
Menurut pandangan saya, tren jangka panjang masih tetap bullish meskipun pasangan ini mencatat penurunan tajam pada awal tahun. Saat ini, gencatan senjata di Timur Tengah masih rapuh, tetapi tetap bertahan dan bahkan telah diperpanjang selama 60 hari. Namun, Selat Hormuz masih berada di bawah blokade ganda, isu nuklir belum terselesaikan, dan penilaian atas kemajuan negosiasi pada dasarnya sangat bergantung pada pernyataan Donald Trump. Iran terus menyampaikan perspektif yang sangat berbeda. Situasi terus bergerak naik-turun antara perkembangan positif dan negatif. Untuk saat ini, pasar masih menyimpan sebagian keyakinan bahwa sebuah kesepakatan dapat tercapai, tetapi keyakinan itu tidak tanpa batas, dan perkembangan terbaru terkait Selat Hormuz sedikitnya berpotensi mempersulit negosiasi di masa mendatang.
Struktur grafik saat ini masih cukup sederhana. Bullish imbalance 18 telah memicu reaksi harga yang valid, sementara bearish imbalance 19 kemungkinan besar akan menjadi tidak valid. Dengan demikian, gambaran teknikal sepenuhnya mendukung kelanjutan penguatan pound sterling. Tugas utama saat ini adalah memantau perkembangan geopolitik secara cermat agar dapat keluar dari posisi beli tepat waktu jika negosiasi kembali menemui jalan buntu dan kerangka kesepakatan tetap selamanya "95% rampung".
Pada hari Senin, kalender ekonomi hanya memuat rilis PMI Manufaktur AS, yang tidak banyak menyita perhatian pasar.
Di Amerika Serikat, latar belakang fundamental secara keseluruhan masih sedemikian rupa sehingga, dalam perspektif jangka panjang, sulit mengantisipasi selain pelemahan berkelanjutan dari dolar AS. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat nyaris tidak mengubah pandangan ini. Ketegangan geopolitik memang sempat menghidupkan kembali status dolar sebagai aset safe haven selama dua bulan terakhir, tetapi prospek jangka panjang mata uang tersebut tetap menantang.
Pasar tenaga kerja AS terus melemah, ekonomi kian mendekati resesi, dan Federal Reserve kecil kemungkinan berada pada posisi untuk memperketat kebijakan moneter pada 2026. Selain itu, sudah digelar empat aksi protes besar secara nasional terhadap Donald Trump, sementara mundurnya Jerome Powell kelak bisa semakin memperburuk prospek dolar, terutama jika Kevin Warsh mengarahkan FOMC ke sikap kebijakan yang lebih dovish. Dari sudut pandang ekonomi, saya tidak melihat alasan fundamental yang mendukung penguatan berkelanjutan dolar AS. Satu-satunya faktor penopang yang tampak berarti adalah perkembangan geopolitik.
Kalender Berita Amerika Serikat dan Inggris Raya
Amerika Serikat
- Lowongan Pekerjaan JOLT (14:00 UTC)
Pada 2 Juni, kalender ekonomi hanya memuat satu peristiwa dengan tingkat signifikansi sedang. Oleh karena itu, dampak rilis makroekonomi terhadap sentimen pasar kemungkinan baru akan terasa pada paruh kedua hari.
Prediksi dan Rekomendasi Trading GBP/USD
Bagi pound sterling, prospek jangka panjang tetap bullish. Pola Three Drives telah memberi sinyal kepada pelaku pasar mengenai awal pergerakan naik, dan sejak itu tiga pola bullish dan tiga sinyal bullish terbentuk, yang semuanya bisa dimanfaatkan oleh trader.
Dua mingu lalu, perkembangan geopolitik telah memperumit prospek yang sebelumnya terlihat mendukung bagi pelaku pasar dengan pandangan bullish. Namun, pihak pembeli tetap memegang kendali dan menghasilkan sinyal bullish baru dalam bullish imbalance 18. Jika faktor geopolitik berkembang lebih konstruktif, peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka.
Target saya untuk GBP/USD masih tertuju pada level tertinggi 2026 di 1,3867, sementara target kenaikan terdekat berada di 1,3656. Untuk saat ini, tidak ada dasar yang kuat untuk mempertimbangkan skenario tren bearish. Satu-satunya bearish imbalance yang ada pun sudah nyaris tidak valid, dan belum muncul pola bearish baru.
