
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan sangat tenang pada hari Senin, dengan volatilitas rendah dan kecenderungan naik yang tipis. Namun, seiring berjalannya waktu, pasar semakin menyadari bahwa kesepakatan antara Teheran dan Washington tidak dapat diharapkan dalam waktu dekat. Saat ini, pernyataan dan fakta di lapangan berjalan ke arah yang sama sekali berbeda. Donald Trump bisa saja setiap hari berbicara tentang adanya "kesepakatan luar biasa dengan Iran" di masa depan (yang memang sedang ia lakukan), tetapi fakta menunjukkan hal yang lain. Hingga kini belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan. Iran tetap teguh pada pendiriannya dan benar-benar dibuat bingung oleh setiap pernyataan yang keluar dari Gedung Putih.
Pada hari Senin, ketua tim negosiator Iran yang juga Ketua Parlemen, Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa tidak akan ada kesepakatan dengan Washington sebelum seluruh hak Iran benar-benar terjamin. "Kami tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun sampai kami yakin bahwa semua hak dan kepentingan kami terlindungi," ujar Ghalibaf. "Saat ini musuh (AS – red.) berupaya melalui tekanan ekonomi dan kampanye informasi untuk menebar perpecahan dan menghancurkan kohesi negara demi menutupi kekalahan militernya dan memaksa kami menyerah. Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa," tambah Ghalibaf.
Dengan demikian, retorika mengenai gencatan senjata, kesepakatan, berakhirnya perang, dan pembukaan Selat Hormuz, sama berbedanya seperti kaktus dan penggorengan. Jadi, siapa yang seharusnya dipercaya dalam situasi seperti ini? Berdasarkan pengalaman masa lalu dan dari sudut pandang kami, bukan Trump. Perlu diingat bahwa selama masa jabatan pertama presiden dari Partai Republik di Gedung Putih, banyak lembaga analisis mencatat berapa banyak pernyataan yang terang-terangan tidak benar yang disampaikan presiden AS setiap hari. Selama empat tahun masa jabatannya, ternyata Trump rata-rata membuat sekitar 14,7 pernyataan keliru per hari.
Kami masih belum melihat tanda-tanda penyelesaian konflik ataupun penandatanganan perjanjian damai. Dalam kondisi seperti ini, mata uang AS berpotensi mencatat penguatan moderat. Saat ini, posisi pasar sudah sedemikian rupa sehingga tidak lagi terdapat alasan untuk terjadinya arus besar-besaran ke aset-aset safe haven dalam bentuk dolar AS. Semua pihak yang ingin melindungi modalnya sudah melakukannya pada Februari dan Maret lalu. Di saat yang sama, dolar juga tidak bisa melemah dalam kondisi geopolitik saat ini, karena semakin lama konflik berlangsung, semakin parah krisis energi dan dampaknya terhadap perekonomian global. Selain itu, perlu dipahami bahwa konflik yang berkepanjangan bisa sewaktu-waktu kembali ke fase pertempuran aktif. Dengan demikian, risiko tetap tinggi, menciptakan landasan yang mendukung bagi mata uang AS. Terlebih lagi, kenaikan terakhir ini jelas bersifat korektif. Jika demikian, kita dapat mengantisipasi penurunan baru pada pasangan EUR/USD.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari perdagangan terakhir per 2 Juni adalah 53 pip dan dikategorikan sebagai "sedang-rendah". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1570 hingga 1,1676 pada hari Selasa. Saluran atas regresi linear telah berbalik naik, menandakan pergeseran ke tren naik. Tren naik yang sebenarnya sejak 2025 bisa saja kembali berlanjut sejak Maret. Indikator CCI telah masuk ke zona overbought dan membentuk dua divergensi "bearish", yang mengindikasikan awal koreksi turun yang saat ini masih berlangsung.
Level support terdekat:
- S1 – 1,1597
- S2 – 1,1536
- S3 – 1,1475
Level resistance terdekat:
- R1 – 1,1658
- R2 – 1,1719
- R3 – 1,1780
Rekomendasi Trading:
Pasangan EUR/USD melanjutkan pergerakan turunnya, yang diduga merupakan koreksi dalam kerangka tren naik yang lebih besar. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap sangat negatif, dan hanya faktor geopolitik yang secara berkala memberikan dukungan. Jika harga tetap berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1597 dan 1,1570. Di atas moving average, posisi beli menjadi relevan dengan target di 1,1780 dan 1,1841. Pasar terus menjauh dari faktor geopolitik, namun dalam beberapa minggu terakhir dolar tetap diminati karena harapan perdamaian di Timur Tengah melemah.
Penjelasan Ilustrasi:
- Saluran regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke arah yang sama, trennya kuat.
- Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang seharusnya diambil dalam aktivitas trading.
- Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi.
- Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan besar akan menjadi area pergerakan pasangan dalam sehari ke depan, berdasarkan indikator volatilitas saat ini.
- Indikator CCI yang memasuki zona oversold(di bawah -250) atau zona jenuh beli (di atas +250) mengindikasikan bahwa pembalikan tren ke arah yang berlawanan sudah mendekat.
