logo

FX.co ★ Dolar Tidak Mempercayai Kisah De-eskalasi

Dolar Tidak Mempercayai Kisah De-eskalasi

EUR/USD mulai jenuh dengan janji-janji Donald Trump dan telah beralih bereaksi terhadap apa yang tampak secara nyata. AS tidak mampu mencapai kesepakatan yang baik dengan Iran. Teheran memanfaatkan keinginan Gedung Putih untuk menyelesaikan konflik secara diplomatis. Mereka terus mengajukan tuntutan baru yang tidak dapat dipenuhi oleh pihak Amerika. Situasi ini tampak semakin tegang dan mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali permusuhan. Eskalasi tersebut akan meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.

Peluang di Polymarket saat ini hanya mencerminkan probabilitas 22% bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka pada akhir Juni. Harga minyak telah naik selama tiga hari berturut-turut, sehingga meningkatkan risiko bahwa inflasi di AS akan tetap berada pada level yang tinggi. Akibatnya, derivatif CME menunjukkan probabilitas 54% kenaikan suku bunga Fed pada 2026. Interest rate swaps mengindikasikan probabilitas 85% pengetatan kebijakan moneter tahun ini.

Prospek Pasar terhadap Proyeksi Suku Bunga Fed

Dolar Tidak Mempercayai Kisah De-eskalasi

Semakin lama konflik di Timur Tengah berlarut, semakin besar pula risiko skenario ini menjadi kenyataan. Ekonomi AS masih mampu menanggung suku bunga yang lebih tinggi. Pada akhir 2025, Federal Reserve menurunkan suku bunga karena munculnya tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja. Namun, pada 2026, situasi ketenagakerjaan telah stabil. Jumlah lowongan kerja pada bulan April mencapai level tertinggi dalam dua tahun. Para investor dengan antusias menantikan laporan dari ADP dan BLS.

Menurut Presiden Cleveland Fed, Beth Hammack, The Fed saat ini berada dalam posisi yang cukup baik. Tingkat suku bunga saat ini memungkinkannya memperpanjang jeda dan mengevaluasi dampak konflik di Timur Tengah serta data yang masuk. Namun, jika inflasi terus meningkat, bank sentral akan terpaksa bertindak.

Dinamika S&P 500 dan MSCI Global di Luar Saham AS

Dolar Tidak Mempercayai Kisah De-eskalasi

Meningkatnya risiko geopolitik memberi tekanan pada EUR/USD. Sementara itu, pasangan EUR/USD mendapatkan dukungan dari kinerja indeks S&P 500 yang terus mencatat rekor tertinggi. Sejak dimulainya konflik bersenjata di Timur Tengah, indeks ini mengungguli MSCI World Index sebesar 10 poin persentase. Pada dasarnya, hal ini mencerminkan keistimewaan Amerika dan seharusnya mendukung rally pada indeks USD. Namun pada kenyataannya, kinerja kuat pasar saham AS justru meningkatkan permintaan asing untuk lindung nilai risiko mata uang dan membatasi potensi penguatan dolar AS.

Dolar Tidak Mempercayai Kisah De-eskalasi

Tidak ada yang abadi di bawah matahari. Sangat mungkin bahwa serangan Iran terhadap Kuwait dapat memicu koreksi pada S&P 500, memperburuk selera risiko global, dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Sampai kapan Donald Trump bisa terus menutup mata terhadap tindakan Teheran?

Secara teknikal, pada grafik harian EUR/USD, pihak penjual berupaya memanfaatkan internal doji bar. Breakout ke bawah batas bawahnya di sekitar level 1,1615 akan membuka peluang pembentukan posisi short. Jika kuotasi tidak kembali menembus ke atas level ini dalam waktu dekat, risiko kelanjutan penurunan menuju 1,145 akan meningkat. Dalam kondisi seperti ini, masuk akal bagi trader untuk tetap berfokus pada skenario jual.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading