Tidak semua yang bersinar itu berharga. XAU/USD telah mengalami penurunan dalam empat dari lima sesi terakhir. Logam mulia yang lama dipandang sebagai aset yang aman ini justru melemah pada saat terjadinya penjualan besar-besaran di indeks saham AS. Emas tidak hanya berperan sebagai pelindung bagi pasar, tetapi juga sebagai sumber likuiditas — saat pasar saham jatuh, para investor menjual emas batangan untuk menutupi kerugian di sektor lain.
Dolar yang kuat dan penyesuaian drastis di saham teknologi AS telah menciptakan situasi yang sangat sulit bagi XAU/USD. Tekanan semakin meningkat di tengah risiko inflasi dan kemungkinan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, alih-alih menurunkannya. Saat ini, pasar futures memperkirakan bahwa The Fed bisa beralih ke kebijakan yang lebih ketat paling lambat bulan September — jika tidak bulan Juli. Emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, cenderung kalah dibandingkan dengan US Treasuries ketika imbal hasil meningkat. Kenaikan imbal hasil Treasury bertenor 2 tahun ke level tertinggi sejak Februari 2025 menjadi hambatan tambahan bagi emas.
Dinamika emas dan imbal hasil Treasury

Dalam kondisi ini, bank-bank besar melakukan revisi besar-besaran terhadap proyeksi harga emas mereka. Deutsche Bank menurunkan target kuartal III menjadi $4.300/oz dan kuartal IV menjadi $4.800/oz. Bank tersebut menyatakan bahwa penilaian ulang prospek The Fed, bersama dengan data makroekonomi AS yang kuat, menjadi faktor utama pelemahan logam mulia ini. Jika The Fed melakukan jeda, target $4.800 masih relevan; namun dengan tiga hingga empat kali kenaikan suku bunga, XAU/USD berisiko turun ke $3.800.
Goldman Sachs bersikap lebih berhati-hati, memangkas proyeksi harga emas setahun penuh sebesar $500 menjadi $4.900/oz. Sebelumnya, bank tersebut memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed pada Maret dan September 2027; kini jadwal pelonggaran kebijakan itu diundur menjadi September dan Desember tahun depan. Jika The Fed mengetatkan kebijakan, harga emas bisa turun ke $4.400/oz. Macquarie Group menurunkan targetnya menjadi $4.450 dan $4.300, dengan alasan berakhirnya konflik di Timur Tengah dan retorika hawkish The Fed — latar belakang yang mengikis daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Tidak semua faktor pendorong bersifat negatif bagi XAU/USD. Pada bulan Mei, China meningkatkan pembelian emas menjadi sekitar 163 ton, yang merupakan jumlah tertinggi dalam dua tahun terakhir, dan total impor sejak awal tahun menunjukkan peningkatan 76%. Selama lima bulan pertama tahun 2026, impor mencapai 692 ton, meningkat 76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tingginya permintaan dari negara pengimpor emas terbesar di dunia ini bertolak belakang dengan pandangan pesimis dalam sektor perbankan. Waktu yang akan menentukan siapa yang benar.
Dari segi teknis, kemungkinan formasi Wolfe Wave pada grafik harian emas masih ada, namun kehadirannya sekarang bergantung pada terbentuknya pola Double Bottom atau Anti-Turtles. Dalam situasi pertama, rebound dari level support di $4. 070 dan $4. 040/oz bisa jadi merupakan titik awal untuk melakukan pembelian. Sementara dalam situasi kedua, trader sebaiknya menunggu hingga terjadi penembusan di bawah level terendah bulan Juni, diikuti penurunan, lalu pemulihan kembali ke atas level terendah tersebut, sebelum memutuskan untuk mengambil posisi beli dalam jangka panjang.
