Pada grafik per jam, GBP/USD terkonsolidasi di atas level resistance 1.3268–1.3277 dan bergerak naik menuju level resistance berikutnya di 1.3349–1.3355 selama paruh pertama sesi Kamis. Rebound dari level 1.3349–1.3355 akan menguntungkan dolar AS dan memicu penurunan moderat menuju area 1.3268–1.3277. Konsolidasi di atas 1.3349–1.3355 akan meningkatkan kemungkinan kenaikan lanjutan menuju level Fibonacci retracement 50,0% di 1.3408.

Struktur gelombang telah beralih ke arah bullish dalam beberapa jam terakhir. Gelombang turun yang terakhir telah menyelesaikan pergerakannya dengan menembus di bawah titik terendah sebelumnya, sedangkan gelombang naik yang baru telah berhasil melewati titik tertinggi sebelumnya dan masih terus berkembang. Dengan demikian, para pembeli akhirnya memperoleh kendali, walaupun saya mengira hal ini seharusnya terjadi dua hingga tiga minggu lebih awal. Saat ini, sangat penting bagi mereka untuk mempertahankan momentum yang ada. Pound Inggris terus menunjukkan penguatan dengan cepat.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, informasi yang muncul pada hari Rabu dapat diinterpretasikan dengan berbagai cara. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, mengatakan ia mengantisipasi bahwa inflasi di Inggris akan menurun tahun depan dan menganggap tren inflasi baru-baru ini sebagai sesuatu yang bersifat sementara. Situasi di Timur Tengah mulai tenang, pengiriman di Selat Hormuz kembali normal, dan harga minyak telah kembali ke nilai sebelum terjadi konflik. Oleh karena itu, kecil kemungkinan Bank of England akan menaikkan suku bunga pada tahun 2026 kecuali jika situasinya mendesak.
Sementara itu, pejabat Federal Reserve, Kevin Warsh, juga menekankan bahwa risiko inflasi mulai mereda, yang bisa diartikan sebagai sinyal bahwa The Fed mungkin akan menahan diri dari pengetatan lebih lanjut pada tahun 2026. Inflasi di Amerika Serikat masih lebih tinggi dibandingkan di Inggris, namun perlu dicatat bahwa Donald Trump terus menyerukan penurunan suku bunga. Kevin Warsh, yang diangkat oleh Trump, diperkirakan akan mendukung arah kebijakan Gedung Putih secara tidak resmi. Dengan demikian, bisa diasumsikan bahwa FOMC mungkin tidak akan terburu-buru dalam melakukan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Para penjual, yang beberapa minggu terakhir telah mengambil posisi untuk bersiap menghadapi pengetatan tambahan dari FOMC, terpaksa mundur. Akibatnya, pound Inggris mengalami penguatan yang signifikan.

Pada grafik 4 jam, GBP/USD memantul dari level Fibonacci retracement 100,0% di 1,3159, berbalik mendukung pound, dan menguat menuju level Fibonacci retracement 61,8% di 1,3348. Konfirmasi konsolidasi di atas 1,3348 akan membuka peluang bagi trader untuk mengantisipasi kenaikan lanjutan menuju level Fibonacci retracement 50,0% di 1,3409. Sementara itu, pantulan turun dari 1,3348 akan menguntungkan dolar AS dan mengindikasikan berlanjutnya tren bearish yang telah mendominasi dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini tidak terlihat adanya divergensi baru pada indikator mana pun.
Laporan Commitments of Traders (COT):

Sentimen di antara kelompok Non-komersial menjadi lebih pesimis selama periode pelaporan terbaru. Jumlah posisi Long yang dimiliki oleh trader spekulatif menyusut sebanyak 1. 271, sedangkan posisi Short mengalami kenaikan sebesar 32. 863. Selisih antara posisi Long dan Short sekarang berada di kisaran 41. 000 berbanding 147. 000.
Dalam beberapa bulan terakhir, posisi cenderung didominasi oleh pihak yang pesimis. Walaupun sebelumnya dominasi ini tampak beralasan, perubahan signifikan dalam konteks fundamental saat ini menjadikannya kurang meyakinkan. Proporsi posisi bearish sekarang telah melebihi rasio tiga berbanding satu.
Saya masih belum memprediksi adanya kelanjutan tren pesimisme pada pound Inggris. Namun, dalam waktu dekat, arah pergerakan pasar akan lebih sedikit bergantung pada data ekonomi, kebijakan perdagangan Trump, atau kebijakan moneter bank sentral, dan lebih kepada lama, skala, dan akibat dari konflik yang terjadi di Timur Tengah. Dalam beberapa minggu terakhir, pasar telah beralih ke pandangan yang lebih optimis mengenai kemungkinan perdamaian, tetapi negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat diperkirakan akan sulit dan memakan waktu. Tidak ada kepastian bahwa akhirnya mereka akan mencapai kesepakatan terkait nuklir.
Kalender Ekonomi untuk Amerika Serikat dan Inggris Raya:
- Amerika Serikat – Nonfarm Payrolls (12:30 UTC)
- Amerika Serikat – Tingkat Pengangguran (12:30 UTC)
- Amerika Serikat – Rata-rata Pendapatan per Jam (12:30 UTC)
Kalender ekonomi untuk 2 Juli memuat tiga rilis berdampak tinggi. Akibatnya, data makroekonomi diperkirakan akan sangat memengaruhi sentimen pasar pada paruh kedua sesi trading hari Kamis.
Perkiraan dan Tips Trading GBP/USD:
Posisi Short dapat dipertimbangkan setelah terjadi rebound dari level resistance 1,3349–1,3355 pada chart per jam, dengan target di 1,3268–1,3277. Posisi Long layak diambil setelah terjadi rebound dari level support 1,3158–1,3177 atau setelah konsolidasi di atas 1,3268–1,3277, dengan target di 1,3349–1,3355. Target ini sudah tercapai. Posisi Long baru dapat dipertimbangkan setelah konsolidasi di atas 1,3349–1,3355, dengan target kenaikan di 1,3408 dan 1,3454.
Grid Fibonacci retracement ditarik dari 1,3158 ke 1,3655 baik pada chart per jam maupun chart 4 jam.
