
Pada hari Senin, pasangan USD/CHF bergerak dalam kisaran trading hari Jumat, tepat di bawah level psikologis 0,8100.
Sinyal yang menunjukkan stabilisasi sentimen risiko global, yang tercermin dari sikap optimistis di pasar saham Eropa, telah melemahkan posisi dolar pada pasangan ini. Namun, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, bersama dengan munculnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, memberikan dukungan bagi dolar dan mendorongnya menguat.
Amerika Serikat terus melancarkan serangan terhadap Iran selama sembilan malam berturut-turut, sementara Iran merespons dengan menembakkan rudal balistik dan mengerahkan drone yang menargetkan sekutu-sekutu Amerika di kawasan tersebut. Hal ini menciptakan risiko timbulnya konflik geopolitik yang lebih luas.

Selain itu, penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak, memperkuat kekhawatiran inflasi dan mendukung sikap hawkish The Fed. Faktor-faktor ini dapat membatasi pelemahan signifikan dolar.

Pada hari Senin, tidak ada rilis data ekonomi penting di AS yang berpotensi memengaruhi pasar; akibatnya, nilai tukar dolar sebagian besar bergantung pada pandangan para anggota kunci FOMC. Selain itu, peristiwa geopolitik mendatang berpotensi terus meningkatkan volatilitas pasar dan mendorong permintaan terhadap dolar AS, yang pada akhirnya akan menciptakan peluang trading baru pada pasangan USD/CHF.
Dari sisi teknikal, pasangan ini berupaya menembus dan bertahan di atas SMA 20 hari. Sementara itu, indikator osilator berada di zona positif, mengonfirmasi dominasi sentimen bullish di pasar. Jika pasangan ini mampu bertahan di atas level psikologis 0,8100, pembeli berpeluang untuk menguji kembali level tertinggi bulan Juli. Namun, jika gagal bertahan di atas SMA 20 hari, pasangan ini berpotensi mempercepat penurunan menuju area 0,8045.
