
Pasangan EUR/USD tetap berada dalam impuls bearish lokal yang dimulai pada 17 April, sementara dalam empat minggu terakhir pihak bullish hanya mampu sedikit mendorong mundur pihak bearish. Liquidity sweep terbaru mengisyaratkan probabilitas tinggi penurunan lanjutan, dan itulah yang telah kita saksikan selama lebih dari satu minggu. Sulit untuk menentukan seberapa kuat dan berapa lama penurunan baru ini akan berlangsung, tetapi pihak bearish memiliki satu patokan kunci — ayunan rendah terakhir di 1,1325. Sapuan likuiditas dari ayunan ini dapat memberi pihak bullish kesempatan kedua.
Terkait latar belakang fundamental, saya masih belum melihat alasan jelas mengapa pihak bearish tetap begitu kuat. Geopolitik terus mengecewakan, tetapi faktor ini tampaknya tidak menjadi pendorong utama bagi para trader, karena mereka hampir tidak bereaksi terhadap gencatan senjata sementara dan pembukaan kembali Selat Hormuz. ECB pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan parameter kebijakan moneter, tetapi apakah itu benar-benar alasan untuk menjual euro? Perlu saya ingatkan bahwa FOMC masih belum bisa memutuskan untuk menaikkan suku bunga, dan belum jelas kapan hal itu akan dilakukan. Pasar sama sekali mengabaikan semua data ekonomi pekan lalu. Oleh karena itu, menurut saya, pihak bullish memang tidak memiliki keinginan untuk melancarkan serangan, apa pun yang terjadi.
Saya juga ingin mengingatkan bahwa data pasar tenaga kerja AS terbaru menunjukkan angka yang cukup lemah, sementara laporan inflasi mengindikasikan perlambatan. Jadi, pelemahan pasar tenaga kerja AS dan perlambatan inflasi menimbulkan keraguan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga FOMC dalam waktu dekat. Dalam kondisi saat ini, pihak bearish tidak dapat membenarkan posisinya melalui kebijakan Fed.
Geopolitik tetap menjadi faktor sekunder. Teheran dan Washington menarik diri dari perjanjian 17 Juni, tetapi fakta ini sama sekali tidak mengejutkan para trader. Donald Trump membatalkan izin ekspor minyak Iran, memulihkan blokade terhadap pengiriman laut Iran, sementara Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menyerang semua kapal yang mencoba melintas "tidak sesuai aturan". Kita tidak melihat penurunan dolar yang "dijanjikan" di tengah meredanya ketegangan geopolitik sebulan lalu, begitu pula kita tidak melihat penguatan euro setelah pengetatan kebijakan moneter ECB satu setengah bulan lalu. Pihak bearish tetap kuat meski latar belakang fundamental dan geopolitik tidak mendukung. Saat ini, geopolitik kembali menghadirkan kekecewaan, memberi pihak bearish alasan formal untuk serangan baru. Namun, menurut saya, ini sudah tidak lagi cukup untuk menopang kelanjutan tren bearish yang berkelanjutan.
Struktur grafik saat ini menunjukkan bahwa impuls bearish yang dimulai pada 17 April masih utuh. Bearish imbalance dari tanggal 17 belum terisi, sementara imbalance dari tanggal 18 menjadi tidak valid akibat data pasar tenaga kerja AS yang lemah. Tidak ada pola bullish yang terbentuk, dan kecil kemungkinan pola tersebut muncul dalam beberapa hari ke depan, karena pasar bergerak sideway selama sebulan. Karena itu, pihak bullish mungkin akan melanjutkan pergerakan korektif naik menuju imbalance dari tanggal 17, namun saat ini belum ada dasar teknikal yang jelas untuk memperdagangkan pergerakan ini.
Sapuan likuiditas telah terjadi dari level rendah 1 Agustus tahun lalu (garis merah pada grafik), dan tak lama setelah itu sapuan likuiditas juga terjadi dari level ketinggian 2 Juli. Karena itu, pihak bearish saat ini memiliki alasan teknikal untuk melancarkan serangan baru. Namun, tidak ada pola bearish yang juga jelas.
Latar belakang ekonomi tidak memainkan peran penentu bagi para trader pada hari Senin. Indeks iklim bisnis Jerman merupakan indikator sekunder, sementara pada pagi hari pasar lebih berfokus pada perkembangan terkait penghentian sementara konflik di Timur Tengah. Iran dan AS sama-sama kelelahan akibat saling melancarkan serangan, sehingga diambil jeda untuk mencoba kembali ke meja perundingan. Laporan Durable Goods Orders juga gagal menarik perhatian besar para trader. Posisi dolar tidak melemah setelah perkembangan di Timur Tengah tersebut.
Masih terdapat banyak alasan bagi pihak bullish untuk menyerang pada 2026, dan bahkan konflik di Timur Tengah tidak mengurangi jumlah alasan tersebut. Secara struktural dan global, kebijakan Trump yang tahun lalu menyebabkan penurunan signifikan dolar belum berubah. Saat ini, saya tidak melihat faktor signifikan yang mendukung mata uang AS, meski FOMC bersikap hawkish. Namun demikian, pihak bearish tetap memimpin serangan, sementara sinyal bullish masih belum muncul.
Kalender Ekonomi untuk AS dan Uni Eropa:
- AS — ADP Employment Change (12:30 UTC).
- AS — Consumer Confidence Index (14:00 UTC).
Kalender ekonomi untuk 27 Juli hanya memuat dua rilis yang tidak terlalu menarik. Saat ini, pihak bullish mengabaikan semua berita, sementara pihak bearish melanjutkan serangan tanpa dukungan fundamental. Dampak latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Selasa akan sangat lemah atau bahkan tidak ada.
Prakiraan dan Saran Trading EUR/USD:
Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish. Latar belakang fundamental memang berubah tajam mendukung pihak bearish lima bulan lalu, tetapi tren itu sendiri belum dapat dianggap dibatalkan atau selesai. Karena itu, pihak bullish sangat mungkin memulai pergerakan naik baru setelah sapuan likuiditas dari level-level rendah yang sudah jelas terlihat.
Namun, membuka posisi beli saat ini tidak disarankan, tidak aman, dan memang belum ada dasar teknikal yang jelas untuk melakukannya. Setiap asumsi tanpa konfirmasi teknikal hanyalah upaya menebak pasar tanpa justifikasi memadai. Saat ini belum ada pola bullish.
Pihak bearish hanya memiliki satu keunggulan teknikal — bearish imbalance dari tanggal 17 yang masih belum terisi.
