
The Federal Reserve sedang menunggu inflasi melambat. Setidaknya, itulah yang disampaikan oleh John Williams, Presiden New York Fed. Williams tidak pernah menjadi bagian dari kubu yang "hawkish" dan tidak memberikan suara untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan terakhir, di mana, perlu saya ingatkan, tiga anggota FOMC yang memiliki hak suara memilih "setuju". Menurut Williams, tingkat suku bunga saat ini sudah memadai untuk menjaga proses disinflasi dalam jangka panjang. Kata-kata Williams bisa dengan mudah ditafsirkan seperti ini: "Kami berharap konflik di Timur Tengah segera berakhir, yang akan memicu penurunan harga minyak dan secara alami memperlambat inflasi." Atau: "Kami tidak berniat menaikkan suku bunga, tetapi kami ingin menemukan penjelasan yang cocok untuk keputusan ini."
Menurut saya, saat ini mustahil memprediksi tingkat inflasi bahkan hanya untuk satu bulan ke depan. Misalkan konflik di Timur Tengah benar-benar berakhir (meskipun kapan dan bagaimana hal itu terjadi sama sekali tidak jelas). Namun bagaimana jika tidak berakhir? Bagaimana jika blokade di Selat Bab-el-Mandeb menyertai blokade di Selat Hormuz? Dalam kasus ini, harga minyak bisa dengan mudah menembus di atas $150 per barel, dan pembicaraan mengenai perlambatan inflasi sama sekali tidak relevan. Oleh karena itu, menurut saya, pernyataan Williams merupakan upaya untuk membenarkan keengganan menaikkan suku bunga. European Central Bank justru sedang mengetatkan kebijakan meskipun inflasinya jauh lebih rendah.
Namun demikian, kita tidak bisa menganggap enteng pernyataan salah satu gubernur Fed. Jika ada anggota FOMC yang mengambil posisi cukup keras dan tidak kompromistis, gubernur lain bisa saja sependapat. Perlu diingat bahwa pada hari Jumat ini akan dirilis data pengangguran dan pasar tenaga kerja AS, yang dapat memberikan Kevin Warsh dan rekan-rekannya alasan yang sah untuk tidak memperketat kebijakan moneter. Jika pasar tenaga kerja AS terus "mendingin", kecil kemungkinan suku bunga acuan akan dinaikkan, karena hal itu akan makin memperlambat perekonomian dan semakin mendinginkan pasar tenaga kerja.
Pendapat saya tetap sama. The Fed tidak akan memperketat kebijakan moneter dan akan mencari berbagai alasan untuk menghindari kenaikan suku bunga. Mereka akan memproyeksikan perlambatan inflasi hingga 2028, dengan alasan adanya "pendinginan" di pasar tenaga kerja atau perubahan metodologi yang digunakan untuk mengukur inflasi. Sebagai contoh, Warsh baru-baru ini menyatakan bahwa indeks inti Personal Consumption Expenditures (PCE) mulai melambat. Namun, secara year-on-year, indeks tersebut masih berada di level yang sama dengan inflasi umum. Pasar sendiri sudah lebih dulu memasukkan ke harga skenario yang paling "hawkish"...
Analisis Gelombang EUR/USD:
Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam bagian tren naik (gambar bawah), sementara dalam jangka pendek masih berada dalam bagian tren turun. Menurut saya, saat ini adalah waktu yang cukup baik untuk mulai mencoba membentuk posisi long. Namun, instrumen ini masih bisa turun ke kisaran angka 13 dalam gelombang 5 di C. Analisis gelombang sering kali menghadirkan kejutan, sehingga saat ini saya akan lebih menyesuaikan diri untuk skenario beli.
Analisis Gelombang GBP/USD:
Gambaran gelombang untuk instrumen GBP/USD menjadi cukup rumit. Saat ini, instrumen ini telah membentuk tiga gelombang turun, sementara untuk EUR/USD mungkin terbentuk lima gelombang. Konsekuensinya, gelombang 2 yang diantisipasi dapat mengambil bentuk yang lebih kompleks dan memanjang jika EUR/USD membentuk gelombang 5 di C yang meyakinkan. Atau, interpretasi gelombang secara keseluruhan bisa terlihat berbeda dari yang tampak saat ini. Untuk pound Inggris dan euro, saya bersikap bullish dalam jangka menengah. Jika kita mengabaikan analisis gelombang pada euro, saya akan mengatakan bahwa pound telah mulai membangun struktur gelombang naik yang baru.
Prinsip Utama Analisis Saya:
- Struktur gelombang harus sederhana dan mudah dipahami. Struktur yang terlalu kompleks sulit untuk diperdagangkan; sering kali mengandung banyak perubahan.
- Jika tidak ada keyakinan terhadap apa yang terjadi di pasar, sebaiknya tidak masuk posisi.
- Tidak akan pernah ada kepastian 100% terhadap arah pergerakan. Jangan lupa menggunakan order stop-loss sebagai pelindung.
- Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.
