logo

FX.co ★ Kompensasi untuk Hak Lintas dan Larangan bagi Kapal AS: Mengapa Kesepakatan Hormuz Tidak Akan Membuka Selat

Kompensasi untuk Hak Lintas dan Larangan bagi Kapal AS: Mengapa Kesepakatan Hormuz Tidak Akan Membuka Selat

Harga minyak kemarin naik setelah laporan dari kantor berita Iran bahwa Republik Islam tersebut melakukan serangan terhadap target musuh di Selat Hormuz. Pergerakan ini terjadi setelah kenaikan WTI selama tiga hari berturut-turut di tengah semakin banyaknya indikasi bahwa kemungkinan kesepakatan antara Iran dan Oman tidak akan mengarah pada pemulihan penuh pasokan minyak melalui selat tersebut.

Kompensasi untuk Hak Lintas dan Larangan bagi Kapal AS: Mengapa Kesepakatan Hormuz Tidak Akan Membuka Selat

Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Teheran akan berupaya untuk memberlakukan larangan terhadap pelayaran kapal-kapal Amerika dan Israel melalui jalur air ini serta menuntut kompensasi dari negara-negara yang dianggap bermusuhan sebelum mengizinkan mereka melakukan transit. Para pelaku pasar menafsirkan laporan ini dengan jelas: ekspor dari Teluk Persia akan tetap dibatasi dalam waktu dekat. Pasar gas Eropa bereaksi tajam, dengan harga futures sempat melonjak hingga 12 persen.

Perlu diingat bahwa prospek tercapainya kesepakatan sudah tampak tidak pasti bahkan sebelum perkembangan terbaru ini. Iran menyatakan bahwa pakta terkait koridor pelayaran yang diusulkan sudah berada pada tahap akhir. Namun, negara tersebut bersikeras bahwa AS bukan pihak dalam perjanjian dengan Oman, yang mengindikasikan bahwa normalisasi operasi di selat itu akan bergantung pada pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Meskipun demikian, terlepas dari kenaikan harga saat ini, harga masih menahan sebagian besar penurunan mingguan yang terjadi setelah Iran dan AS memberi sinyal kemungkinan tercapainya solusi terkait pelayaran melalui pusat energi krusial ini. Kembalinya arus pengiriman yang normal melalui Hormuz akan membuka blokir jutaan barel pasokan minyak yang terganggu selama konflik lima bulan terakhir, dan pasar telah memasukkan skenario ini ke dalam harga hampir sepanjang minggu.

Kompensasi untuk Hak Lintas dan Larangan bagi Kapal AS: Mengapa Kesepakatan Hormuz Tidak Akan Membuka Selat

Melihat kondisi teknikal minyak saat ini, pembeli perlu kembali menguasai level resistance terdekat di $78,70. Jika ini tercapai, target berikutnya berada di $81,11, yang akan cukup sulit untuk ditembus ke atas. Target paling jauh berada di area $83,56. Jika terjadi penurunan harga minyak, pihak penjual akan berupaya mengambil alih level $76,30. Jika berhasil dan kisaran ini ditembus, hal tersebut akan menjadi pukulan serius bagi posisi pembeli dan dapat mendorong harga minyak turun menuju level terendah $73,79 dengan potensi pergerakan lanjutan menuju $71,69.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading