Pada hari Senin, pasangan EUR/USD berbalik arah di dekat level korektif 100,0% di 1,1620 yang menguntungkan dolar AS dan mulai bergerak turun menuju level korektif 76,4% di 1,1551. Pantulan harga dari level 1,1551 hari ini akan mendukung euro dan melanjutkan kenaikan menuju 1,1620. Konfirmasi penembusan di bawah level 1,1551 akan meningkatkan kemungkinan penurunan lanjutan dan dapat menandai berakhirnya tren "bullish".

Struktur gelombang pada grafik per jam masih tetap "bullish." Gelombang turun terakhir yang sudah terbentuk gagal menembus di bawah level rendah sebelumnya, sementara gelombang naik yang baru justru menembus di atas level puncak sebelumnya. Semua gelombang saat ini berukuran sangat kecil. Perkembangan geopolitik telah menumbuhkan harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz, sementara Iran, Amerika Serikat, dan Oman berupaya mencapai kesepakatan mengenai pengawasan jalur perairan yang sangat strategis ini. Namun, peluang keberhasilannya masih terbatas, dan ekspektasi pasar yang "hawkish" terhadap kebijakan moneter FOMC mulai mereda.
Latar belakang fundamental pada hari Senin memungkinkan pihak bullish untuk melanjutkan tekanan mereka, namun muncul informasi tak terduga dari Iran yang mengindikasikan bahwa Teheran mungkin akan mencoba memecah blokade Amerika Serikat atas Selat Hormuz dalam waktu dekat. Perlu segera saya tekankan bahwa informasi ini tidak resmi, sehingga masih belum jelas apakah ini benar-benar rencana pemerintah Iran atau sekadar upaya menakut-nakuti Amerika Serikat. Menurut saya, setiap eskalasi baru dalam konflik ini akan membawa konsekuensi yang sangat serius. Donald Trump saat ini terpaksa menahan diri untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran karena kekurangan beberapa jenis rudal dan persenjataan tertentu. Namun, jika Iran menyerang Angkatan Laut AS, Washington akan terpaksa merespons. Rudal yang dibutuhkan pasti akan segera ditemukan, sekalipun harus didatangkan dari para sekutu. Karena itu, tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa setiap konfrontasi baru antara AS dan Iran akan mendorong kenaikan harga minyak lebih lanjut dan semakin mempercepat laju inflasi. ECB bisa merespons perkembangan seperti ini dengan mengetatkan kebijakan moneter, tetapi apakah The Fed akan melakukan hal yang sama masih menjadi pertanyaan besar. Saya menilai bahwa setiap eskalasi baru di sekitar Selat Hormuz sekarang justru akan berdampak negatif terhadap dolar, bukannya mendukungnya seperti pada paruh pertama tahun 2026.

Pada grafik 4 jam, pasangan ini terkonsolidasi di atas saluran tren menurun, yang tidak hanya mengindikasikan serangan "bullish" tetapi juga pergerakan dan tren "bullish" berskala penuh. Pantulan harga dari level 1,1514 sekali lagi memberi kesempatan bagi pihak bullish untuk menyerang. Tidak terlihat adanya divergensi baru pada indikator mana pun. Konsolidasi di atas level 1,1578 akan mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan menuju level Fibonacci 50,0% di 1,1630, namun untuk saat ini saya akan lebih memusatkan perhatian pada grafik per jam.
Laporan Commitments of Traders (COT):
Selama pekan pelaporan terakhir, trader profesional menutup 4.661 posisi Long dan 2.742 posisi Short. Selama tujuh minggu di bulan Februari dan Maret, keunggulan besar kubu bullish menghilang akibat perang di Iran, sementara dalam dua puluh minggu terakhir situasinya menjadi lebih seimbang di tengah gencatan senjata semu dan ekspektasi pasar akan berakhirnya perang. Jumlah total posisi Long yang dipegang spekulan saat ini sebesar 197 ribu, sedangkan posisi Short mencapai 257 ribu. Kubu bearish kembali memimpin.
Secara keseluruhan, dalam jangka panjang, pelaku pasar besar tetap menunjukkan minat yang signifikan terhadap euro. Tentu saja, berbagai peristiwa global yang melimpah dalam beberapa tahun terakhir turut memengaruhi sentimen investor. Secara khusus, saat ini pasar dengan cermat memantau perkembangan di Timur Tengah, di mana perang tampak berhenti lalu kembali berlanjut. Pasar awalnya mengabaikan gencatan senjata dan kemudian mengabaikan berlanjutnya pertempuran. Karena itu, geopolitik tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu arah pergerakan dolar.
Kalender Ekonomi untuk Amerika Serikat dan Uni Eropa:
- Uni Eropa – Indeks Ekspektasi Ekonomi ZEW (09:00 UTC).
- Jerman – Indeks Ekspektasi Ekonomi ZEW (09:00 UTC).
- AS – Laporan perubahan mingguan ketenagakerjaan ADP (12:15 UTC).
- AS – Jumlah izin mendirikan bangunan yang diterbitkan (12:30 UTC).
- AS – Housing starts (12:30 UTC).
- AS – Perubahan volume produksi industri (13:15 UTC).
Kalender ekonomi untuk 18 Agustus memuat enam peristiwa, namun tidak satu pun yang dapat saya anggap penting. Dampak latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Selasa kemungkinan besar akan lemah.
Prakiraan dan Tips Trading EUR/USD:
Peluang buy dimungkinkan hari ini setelah terjadi rebound dari level 1,1551 pada grafik per jam, dengan target 1,1620. Peluang jual dimungkinkan setelah harga terkonsolidasi di bawah level 1,1551 pada grafik per jam, dengan target 1,1507.
Grid Fibonacci digambar dari 1,1620 ke 1,1325 pada chart hourly dan dari 1,1411 ke 1,1850 pada grafik 4 jam.
