logo

FX.co ★ Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 19 Agustus

Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 19 Agustus

Euro, pound, dan aset berisiko lainnya kemarin berhasil mempertahankan posisinya terhadap dolar AS, yang dapat membuka peluang berlanjutnya pasar bullish.

Sore kemarin, dolar tidak mendapatkan keuntungan dari rilis data karena perekonomian AS akhirnya menunjukkan situasi dua kecepatan pada Juli. Produksi industri naik tipis 0,2% month-on-month dan 1,1% year-on-year. Namun, produksi barang konsumsi turun 1,8%. Produksi industri mencerminkan kondisi sektor riil, dan perbedaan ini tidak memberikan sinyal yang jelas bagi dolar, karena kekuatan di segmen korporasi tertutupi oleh kelemahan di barang konsumsi. Kontradiksi yang lebih tajam terlihat pada sektor konstruksi perumahan. Izin mendirikan bangunan naik 5,0% menjadi 1,44 juta, tetapi housing starts aktual anjlok 12,4% menjadi 1,24 juta. Para pengembang mengurus izin lebih dulu, tetapi tidak terburu-buru memulai pembangunan, yang masuk akal mengingat indeks sentimen NAHB tertahan di 35 dan arus pembeli di 23. Bagi Federal Reserve, hasil ini bersifat ambigu karena investasi korporasi meningkat, sementara segala sesuatu yang terkait belanja konsumen dan biaya kredit terus melambat.

Bagi euro dan pound, tidak adanya keunggulan bagi dolar menjadi faktor penopang. Sifat data yang bervariasi tidak memberikan alasan bagi mata uang AS untuk menguat, dan kedua mata uang Eropa tersebut mampu mempertahankan posisinya.

Hari ini, fokus untuk euro akan tertuju pada satu blok penting data Eropa, dengan laporan utama berupa indeks harga konsumen Zona Euro. CPI mencerminkan laju inflasi dan secara langsung memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Bank Sentral Eropa karena semakin kuat tekanan harga, semakin kuat pula argumen untuk sikap hawkish dari bank sentral. Agenda ini juga akan mencakup data transaksi berjalan dalam neraca pembayaran, yang mencerminkan arus masuk dan keluar modal serta barang, serta pidato Presiden ECB Christine Lagarde, yang komentarnya akan dicermati oleh pasar untuk melihat sentimen terkait suku bunga.

Inflasi akan menjadi pendorong utama bagi euro. Data kuat yang mengonfirmasi stabilitas harga akan memicu gelombang kenaikan baru bagi euro karena akan memperkuat keyakinan pasar terhadap sikap hawkish ECB dan menopang pasangan EUR/USD. Sebaliknya, angka yang lemah akan meredam sentimen ini, sementara nada Lagarde bisa memperkuat atau melunakkan respons pasar.

Sementara itu, untuk pound, para pelaku pasar juga menunggu satu blok penting data inflasi hari ini, termasuk indeks harga konsumen Inggris, indeks inti, dan indeks harga ritel. Ukuran inti, yang mengecualikan komponen bergejolak, lebih akurat mencerminkan tekanan harga yang persisten, sementara indeks harga ritel berfungsi sebagai indikator inflasi tambahan. Ketiga metrik ini secara langsung memengaruhi ekspektasi terhadap suku bunga Bank of England karena dinamika harga akan menentukan apakah bank sentral akan mengetatkan kebijakan atau bertindak lebih berhati-hati.

Situasinya menjadi rumit karena inflasi yang tinggi kini menjadi satu masalah tambahan bagi BoE. Bank sentral harus menyeimbangkan antara pasar tenaga kerja yang melemah, yang mendukung jeda, dan kenaikan harga yang menuntut ketegasan. Bagi pound, data inflasi yang kuat dapat menjadi penopang, memperkuat argumen untuk mempertahankan sikap hawkish dan membantu pasangan GBP/USD. Sebaliknya, angka yang lemah akan menggeser keseimbangan ke arah pelonggaran dan melemahkan mata uang Inggris, sehingga memicu kenaikan volatilitas yang nyata setelah publikasi.

Jika data sejalan dengan ekspektasi para ekonom, lebih baik bertindak berdasarkan strategi Mean Reversion. Jika data jauh di atas atau di bawah ekspektasi para ekonom, sebaiknya gunakan strategi Momentum.

Strategi Momentum (Breakout):

Untuk EUR/USD

  • Pembelian saat breakout di 1,1598 dapat mendorong kenaikan euro ke sekitar 1,1613 dan 1,1645.
  • Penjualan saat breakout di 1,1575 dapat mendorong penurunan euro ke sekitar 1,1541 dan 1,1514.

Untuk GBP/USD

  • Pembelian saat breakout di 1,3552 dapat mendorong kenaikan pound ke sekitar 1,3569 dan 1,3588.
  • Penjualan saat breakout di 1,3527 dapat mendorong penurunan pound ke sekitar 1,3501 dan 1,3475.

Untuk USD/JPY

  • Pembelian saat breakout di 159,40 dapat memicu kenaikan dolar menuju 159,60 dan 159,85.
  • Penjualan saat breakout di 159,10 dapat mendorong penurunan dolar ke sekitar 158,80 dan 158,55.

Strategi Mean Reversion (Return):

Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 19 Agustus

Untuk EUR/USD

  • Cari peluang posisi jual setelah false breakout di atas 1,1600, kemudian harga kembali turun di bawah level ini.
  • Cari peluang posisi beli setelah false breakout di bawah 1,1569, kemudian harga kembali naik ke level ini.
Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 19 Agustus

Untuk GBP/USD

  • Cari peluang jual (short) setelah false breakout di atas 1,3552, ketika harga kembali turun ke bawah level ini.
  • Cari peluang beli (long) setelah false breakout di bawah 1,3521, ketika harga kembali naik ke level ini.
Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 19 Agustus

Untuk AUD/USD

  • Cari peluang short setelah false breakout di atas 0,7078 dan harga kembali turun ke bawah level ini.
  • Cari peluang long setelah false breakout di bawah 0,7067 dan harga kembali naik ke level ini.
Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 19 Agustus

Untuk USD/CAD

  • Cari peluang jual setelah false breakout di atas 1,3895, ketika harga kembali turun di bawah level ini.
  • Cari peluang beli setelah false breakout di bawah 1,3860, ketika harga kembali naik ke level ini.
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading