logo

FX.co ★ USD/JPY: Kiat-kiat Trading untuk Trader Pemula – 20 Agustus (Sesi AS)

USD/JPY: Kiat-kiat Trading untuk Trader Pemula – 20 Agustus (Sesi AS)

Ulasan Transaksi dan Kiat-kiat Trading untuk Yen Jepang

Pengujian harga di 158,44 terjadi ketika indikator MACD baru mulai bergerak turun dari garis nol, mengonfirmasi bahwa itu adalah titik masuk yang tepat untuk menjual dolar dan menghasilkan penurunan pasangan sebesar 16 poin.

Pada paruh kedua hari ini, pasar menantikan rilis sejumlah data ekonomi AS, termasuk klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, Indeks Manufaktur Fed Philadelphia, dan Indeks Ekonomi Utama. Indikator-indikator ini memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi ekonomi, dan hanya data sangat kuat yang akan mampu mengembalikan dukungan bagi dolar dengan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi. Jika datanya lemah, tekanan terhadap mata uang AS kemungkinan besar akan bertahan. Bagi yen, kinerja dolar akan tetap menjadi faktor penentu: jika dolar melemah, USD/JPY mungkin terus turun, sementara data yang kuat akan mendorong pasangan ini naik dengan memperlebar kesenjangan kebijakan antara The Fed dan Bank of Japan yang berhati-hati.

Untuk strategi intraday, saya akan lebih berfokus pada penerapan Skenario #1 dan #2.

USD/JPY: Kiat-kiat Trading untuk Trader Pemula – 20 Agustus (Sesi AS)

Sinyal Beli

Skenario #1: Hari ini, saya berencana untuk membeli USD/JPY ketika titik masuk tercapai di sekitar 158,69 (garis hijau pada grafik), dengan target 158,99 (garis tebal hijau pada grafik). Di sekitar 158,99, saya akan menutup posisi long dan membuka posisi short ke arah sebaliknya, menargetkan pergerakan 30–35 poin berlawanan arah dari level tersebut. Pasangan USD/JPY mungkin menguat hari ini, tetapi potensi kenaikannya cukup terbatas. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari garis tersebut.

Skenario #2: Hari ini, saya juga berencana untuk membeli USD/JPY jika harga menguji level 158,44 dua kali berturut-turut saat indikator MACD berada di zona oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan USD/JPY dan memicu reversal naik. Kenaikan menuju level berlawanan di 158,69 dan 158,99 dapat diantisipasi.

Sinyal Jual

Skenario #1: Hari ini, saya berencana untuk menjual USD/JPY setelah level 158,44 tertembus (garis merah pada grafik), yang seharusnya memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama bagi penjual akan berada di 158,10, tempat saya akan menutup posisi short dan segera membuka posisi long ke arah sebaliknya, menargetkan pergerakan 20–25 poin berlawanan arah dari level tersebut. Tekanan menurun pada pasangan ini akan kembali jika bank sentral melakukan intervensi. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari garis tersebut.

Skenario #2: Hari ini, saya juga berencana untuk menjual USD/JPY jika harga menguji level 158,69 dua kali berturut-turut saat indikator MACD berada di zona overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan USD/JPY dan memicu reversal turun. Penurunan menuju level berlawanan di 158,44 dan 158,10 dapat diantisipasi.

USD/JPY: Kiat-kiat Trading untuk Trader Pemula – 20 Agustus (Sesi AS)

Apa yang Ditampilkan pada Grafik

  • Garis tipishijau — level masuk tempat instrumen trading dapat dibeli.
  • Garis tebal hijau — level harga yang diharapkan, tempat Take Profit dapat dipasang atau keuntungan dapat diambil secara manual karena kenaikan harga kecil kemungkinannya berlanjut di atas level ini.
  • Garis tipismerah — level masuk tempat instrumen trading dapat dijual.
  • Garis tebal merah — level harga yang diharapkan, tempat Take Profit dapat dipasang atau keuntungan dapat diambil secara manual karena penurunan harga kecil kemungkinannya berlanjut di bawah level ini.
  • Indikator MACD. Saat masuk pasar, penting untuk mempertimbangkan zona overbought dan oversold.

Catatan: Trader forex pemula harus sangat berhati-hati ketika mengambil keputusan untuk masuk pasar. Menjelang rilis laporan fundamental penting, sebaiknya jangan masuk pasar agar tidak terjebak dalam fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat data ekonomi dirilis, selalu pasang stop order untuk meminimalkan kerugian. Tanpa stop order, Anda mungkin kehilangan seluruh saldo akun dengan sangat cepat, terutama jika Anda melakukan trading dengan volume besar tanpa menerapkan pengelolaan modal yang benar.

Dan ingat bahwa trading yang sukses membutuhkan rencana trading yang jelas, seperti yang disajikan di atas. Mengambil keputusan trading secara spontan hanya berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya merupakan strategi yang merugikan bagi trader intraday.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading