logo

FX.co ★ EUR/USD – Analisis Smart Money: Euro dan Dolar Tetap Seimbang

EUR/USD – Analisis Smart Money: Euro dan Dolar Tetap Seimbang

EUR/USD – Analisis Smart Money: Euro dan Dolar Tetap Seimbang

Pasangan EUR/USD telah menguat selama satu bulan, dengan pergerakan naik yang dimulai setelah dua penyapuan likuiditas yang ditandai dengan garis merah pada grafik. Pekan lalu, dua imbalance baru, 20 dan 21, terbentuk. Keduanya bersifat bullish. Imbalance terdekat dapat menghasilkan sinyal kapan saja pekan ini. Pada dasarnya area tersebut sudah hampir sepenuhnya terisi, dan yang tersisa hanyalah menunggu reaksi harga terhadapnya atau konfirmasi bahwa area tersebut tidak lagi valid. Imbalance 21 lebarnya sekitar 80 poin, yang cukup besar. Karena itu, harga bisa masuk ke zona imbalance 21 dan bertahan di dalamnya untuk beberapa waktu. Harga bahkan bisa turun hingga 1,1589 sebelum memulai kenaikan baru dan membentuk sinyal bullish. Bagaimanapun juga, sentimen pasar masih bullish, yang berarti para trader sebaiknya tetap mencari sinyal beli.

Menurut saya, faktor fundamental masih sepenuhnya mendukung kubu bullish. Pertama, pada grafik jelas terlihat bahwa euro mulai menguat dari level yang relatif rendah jika dibandingkan dengan harga rata-ratanya selama satu tahun terakhir. Ini berarti masih ada ruang untuk kenaikan lanjutan. Kedua, pasar sudah tidak lagi mengharapkan FOMC untuk mengetatkan kebijakan moneter pada bulan September. Ketiga, pasar mulai meragukan apakah The Fed di bawah Kevin Warsh bisa mengetatkan kebijakan moneter sama sekali. Keempat, data ekonomi AS belakangan ini mengecewakan. Kelima, perkembangan geopolitik sudah tidak lagi mendukung pihak bearish atau dolar. Keenam, ECB mungkin akan kembali mengetatkan kebijakan moneter pada musim gugur ini. Ketujuh, Departemen Keuangan AS memutuskan untuk meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang, yang mengurangi permintaan terhadap dolar. Kedelapan, perang dagang baru antara AS dan Kanada serta antara AS dan Tiongkok bisa dimulai dalam waktu dekat. Oleh karena itu, saya tidak melihat alasan untuk pergerakan bearish yang berkelanjutan.

Data terbaru pasar tenaga kerja AS menunjukkan angka yang lemah, inflasi melambat, dan pertumbuhan PDB kehilangan momentum. Tiga faktor ini menimbulkan keraguan mengenai kenaikan suku bunga FOMC bukan hanya pada bulan September, tetapi juga dalam waktu dekat secara umum. Inilah faktor yang baru pada bulan Juni lalu masih mendukung pihak bearish, namun sekarang justru berbalik melawan mereka. Menurut saya, satu-satunya peluang bagi kubu bearish saat ini terletak pada kemungkinan eskalasi baru di Timur Tengah. Namun, Donald Trump tidak mencari eskalasi militer. Saat ini ia ingin memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Struktur grafik saat ini mengindikasikan kemungkinan besar kelanjutan momentum bullish. Imbalance bearish 17 sudah terisi, tetapi reaksinya lemah, sehingga pola ini sekarang dianggap tidak lagi valid. Imbalance bullish 19 masih belum terisi. Imbalance bullish baru, 20, juga belum berhasil memberikan sinyal beli bagi para trader. Imbalance bullish lainnya, 21, telah terbentuk dan bisa memunculkan sinyal pekan ini. Saat ini, posisi dan prospek kubu bullish jauh lebih kuat dibandingkan pihak bearish.

Latar belakang ekonomi pada hari Rabu memberikan peluang bagi baik pihak bullish maupun bearish untuk mengambil inisiatif, tetapi pasar saat ini berusaha fokus pada peristiwa yang paling penting. Ada dua peristiwa utama pekan ini: pidato Ketua FOMC Kevin Warsh dan rilis tahunan Nonfarm Payrolls. Keduanya dijadwalkan pada hari Jumat. Jika Warsh tidak bersikap hawkish, atau pasar tidak mempercayai sikap hawkish-nya, dan Nonfarm Payrolls kembali dirilis di bawah perkiraan, penurunan dolar bisa berlanjut disertai dengan terbentuknya sinyal yang dibutuhkan.

Masih ada banyak alasan bagi kubu bullish untuk menyerang pada tahun 2026, dan bahkan pecahnya perang di Timur Tengah belum mengurangi jumlah alasan tersebut. Secara struktural dan global, kebijakan Trump yang tahun lalu menyebabkan pelemahan signifikan pada dolar belum berubah. Saat ini, saya tidak melihat faktor signifikan yang mendukung mata uang AS, terlepas dari sikap FOMC yang secara formal hawkish. Perkembangan geopolitik yang selama sebagian besar paruh pertama tahun 2026 sempat mendukung permintaan terhadap mata uang AS, kini sudah tidak lagi melakukannya. Konflik di Timur Tengah masih belum terselesaikan, tetapi tidak ada serangan baru baik dari Iran maupun AS.

Kalender Berita untuk AS dan Uni Eropa:

  • Jerman – Indeks Kepercayaan Konsumen (06:00 UTC).
  • AS – Perubahan Klaim Pengangguran Awal (12:30 UTC).

Kalender ekonomi untuk 27 Agustus memuat dua rilis, keduanya berkategori sekunder. Dampak latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Kamis diperkirakan akan sangat lemah atau bahkan tidak terasa.

Prakiraan dan Kiat-kiat Trading EUR/USD:

Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses membentuk tren bullish. Latar belakang fundamental sempat berbalik tajam mendukung pihak bearish enam bulan lalu, tetapi tren itu sendiri belum dapat dianggap batal atau selesai. Karena itu, pihak bullish sangat mungkin melanjutkan kenaikan setelah dua kali penyapuan likuiditas pada titik-titik rendah yang jelas. Saat ini, trader bullish memiliki zona support yang sangat baik dalam bentuk imbalance 21. Sinyal beli baru bisa terbentuk pekan ini. Saya memandang 1,1797 dan 1,1850 sebagai target kenaikan lanjutan untuk euro.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading