logo

FX.co ★ Pasar menyamarkan emosi

Pasar menyamarkan emosi

Pelan tapi pasti memenangkan perlombaan. Namun, pasar saham, sehubungan dengan pertemuan para pemimpin bank sentral, seakan benar-benar menguji pepatah tersebut secara harfiah. Indeks turun saat Ketua Fed Kevin Warsh berpidato, menguat ketika ia mengambil jeda, lalu kembali melemah menjelang sore. Hasilnya adalah pergerakan moderat pada S&P 500, alih-alih lonjakan besar yang biasanya mewarnai pidato-pidato individual sebelumnya di Jackson Hole.

Kinerja indeks saham

Pasar menyamarkan emosi

Secara formal, Kevin Warsh tidak mengatakan sesuatu yang sensasional. Namun, pasar dengan jelas menangkap dua komentarnya. Pertama, ia kesulitan menyebut kondisi keuangan saat ini restriktif. Kedua, data inflasi selama musim panas belum meyakinkannya bahwa ada kemajuan berkelanjutan dalam tren penurunan inflasi. Logikanya sederhana: suku bunga menekan inflasi melalui pinjaman yang mahal, dan jika pinjaman tidak menjadi lebih mahal dan harga tidak mendingin, artinya suku bunga belum diperketat secara memadai.

Pasar futures bereaksi seketika: probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan September melonjak menjadi 60%. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek naik, sedangkan imbal hasil jangka panjang tertinggal. Ini menunjukkan bahwa pasar sedang memerhitungkan kebijakan yang lebih agresif dalam jangka pendek, tetapi tetap percaya pada proses disinflasi dalam jangka panjang. Intinya, The Fed memperoleh respons persis seperti yang mereka harapkan.

Reaksi S&P 500 terhadap Jackson Hole

Pasar menyamarkan emosi

Sementara itu, korporasi Amerika tengah menjalani kisahnya sendiri. Laba perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal kedua meningkat 53%, dengan kenaikan penjualan hampir 16%, menurut data LSEG. Bahkan tanpa memasukkan raksasa-raksasa individual, pertumbuhan laba merupakan yang tertinggi sejak musim gugur 2021, dengan jumlah perusahaan yang menaikkan proyeksi mereka hampir dua kali lipat dibandingkan yang menurunkannya, menandai pembalikan penuh dibandingkan tahun 2025.

Faktanya, sebagian dari pesta ini didanai oleh tarif. Menurut Apollo Global Management, pemberlakuan kembali tarif memberikan dorongan sementara tetapi kuat bagi perekonomian, menyumbang lebih dari 4 poin persentase terhadap pertumbuhan PDB pada kuartal ketiga. Namun, tidak semua pelaku pasar ikut bergembira. Nvidia turun 4,6% karena para investor menimbang prospek cerah AI dengan kenaikan biaya modal di tengah kebijakan The Fed yang lebih ketat. Ditambah lagi penurunan sentimen konsumen menurut University of Michigan, membuat gambaran pasar tidak lagi sepenuhnya bullish.

Dengan demikian, pasar saat ini berada di titik keseimbangan antara kinerja laba korporasi yang kuat dan peningkatan probabilitas sikap The Fed yang lebih hawkish. Risikonya kurang lebih seimbang, tetapi ekspresi "poker face" indeks-indeks utama kecil kemungkinan dapat bertahan lama. Waktu yang akan menentukan siapa yang lebih dulu mengalah: inflasi atau para investor.

Pasar menyamarkan emosi

Menurut saya, ketenangan saat ini bersifat menipu.

Secara teknikal, S&P 500 gagal menguji level nilai wajar di 7.750 pada grafik harian. Akibatnya, risiko terbentuknya pola reversal 1-2-3 dan terjadinya koreksi besar meningkat jika pola ini terkonfirmasi. Penurunan di bawah 7.695 akan memicu aksi jual jangka pendek.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading