Tidak adanya data signifikan dari Amerika Serikat menjadi alasan utama mengapa dolar harus melepas sebagian posisinya terhadap aset berisiko kemarin. Tanpa data terbaru, mata uang Amerika tidak memiliki katalis baru untuk melanjutkan penguatan, dan setelah rally tajam pasca acara Jackson Hole, pergerakannya tertahan, memberi pasar kesempatan untuk melakukan koreksi ringan. Pola seperti ini lazim terjadi ketika kalender data kosong, karena para trader sebagian melakukan aksi take profit di tengah tidak adanya pemicu baru, terutama menjelang rilis-rilis fundamental penting.
Hari ini, Zona Euro akan merilis serangkaian data penting, dengan fokus utama pada indeks harga konsumen untuk bulan Agustus. Sebelum itu, akan dipublikasikan data penjualan ritel di Jerman dan indeks PMI manufaktur Zona Euro, yang kemudian akan diikuti laporan tingkat pengangguran bulan Juli. Penjualan ritel mencerminkan permintaan konsumen, PMI manufaktur menunjukkan kondisi sektor industri, dan tingkat pengangguran menggambarkan situasi pasar tenaga kerja; secara keseluruhan, data-data ini memberikan konteks luas menjelang rilis inflasi utama.
Namun, inflasi akan tetap menjadi pusat perhatian, dengan ekspektasi lonjakan tajam hingga 3,3%. Indeks harga konsumen secara langsung memengaruhi ekspektasi terhadap suku bunga Bank Sentral Eropa, dan percepatan seperti itu dapat mendorong para trader untuk kembali melakukan pembelian euro karena akan memperkuat argumen untuk sikap ECB yang lebih ketat. Jika proyeksi ini terkonfirmasi, pasangan EUR/USD akan memiliki landasan untuk melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, hasil yang lebih lemah akan membuat mata uang tunggal kembali bergantung pada pergerakan dolar, sehingga reaksi pasar akan ditentukan oleh apakah inflasi sesuai dengan ekspektasi atau tidak.
Untuk pound, hari ini juga akan dirilis serangkaian data penting dari Inggris, termasuk PMI manufaktur, jumlah pengajuan kredit pemilikan rumah (mortgage) yang disetujui, dan volume pinjaman bersih kepada individu. PMI manufaktur didasarkan pada survei perusahaan dan mencerminkan kondisi sektor industri, dengan batas 50 poin yang membedakan antara ekspansi dan kontraksi, sementara persetujuan KPR dan pinjaman konsumsi menunjukkan tingkat aktivitas di pasar perumahan dan kesediaan rumah tangga untuk berutang, yang secara tidak langsung mengindikasikan kekuatan permintaan konsumen.
Dari data-data ini, pasar akan menilai ketahanan ekonomi dan kemungkinan arah kebijakan suku bunga Bank of England. Angka-angka yang lemah, terutama di sektor manufaktur, akan dengan cepat kembali menekan pasangan GBP/USD, karena pelemahan industri akan mengikis keyakinan terhadap kekuatan perekonomian. Sebaliknya, hasil yang kuat dapat menopang pound; namun, mengingat penguatan dolar setelah Jackson Hole, mata uang Inggris akan kesulitan untuk mempertahankan kelanjutan tren naik.
Jika data sesuai dengan ekspektasi para ekonom, lebih baik menerapkan strategi Mean Reversion. Jika data jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah daripada prediksi, strategi yang lebih tepat digunakan adalah Momentum.
Strategi Momentum (Breakout):
Untuk Pasangan EUR/USD
Beli jika terbentuk breakout di atas level 1,1620, yang dapat mendorong kenaikan menuju 1,1639 dan 1,1657;
Jual jika terbentuk breakout di bawah level 1,1597, yang dapat memicu penurunan menuju 1,1580 dan 1,1557;
Untuk Pasangan GBP/USD
Beli jika terbentuk breakout di atas level 1,3555, yang dapat mendorong kenaikan menuju 1,3574 dan 1,3596;
Jual jika terbentuk breakout di bawah level 1,3527, yang dapat memicu penurunan menuju 1,3502 dan 1,3475;
Untuk Pasangan USD/JPY
Beli jika terbentuk breakout di atas level 160,02, yang dapat mendorong kenaikan menuju 160,24 dan 160,43;
Jual jika terbentuk breakout di bawah level 159,80, yang dapat memicu penurunan menuju 159,60 dan 159,39;
Strategi Mean Reversion (Return):

Untuk Pasangan EUR/USD
Cari posisi jual setelah false breakout di atas 1,1622 ketika harga kembali turun di bawah level ini;
Cari posisi beli setelah false breakout di bawah 1,1595 ketika harga kembali naik ke level ini;

Untuk Pasangan GBP/USD
Cari peluang short setelah false breakout di atas 1,3555 ketika harga kembali turun di bawah level ini;
Cari peluang long setelah false breakout di bawah 1,3530 ketika harga kembali naik ke level ini;

Untuk Pasangan AUD/USD
Cari posisi jual setelah false breakout di atas 0,7184 ketika harga kembali turun di bawah level ini;
Cari posisi beli setelah false breakout di bawah 0,7163 ketika harga kembali naik ke level ini;

Untuk Pasangan USD/CAD
Cari peluang short setelah false breakout di atas 1,3879 ketika harga kembali turun di bawah level ini;
Cari peluang long setelah false breakout di bawah 1,3850 ketika harga kembali ke level ini;
