logo

FX.co ★ Dolar dibiarkan tanpa asuransi

Dolar dibiarkan tanpa asuransi

Segalanya seperti kembali ke titik awal, dan kondisi pasar dalam praktiknya hampir seperti peristiwa dalam kitab suci. Setelah mengalami penurunan dalam tujuh dari sembilan sesi terakhir, EUR/USD akhirnya menemukan pijakan, dan para pendukung euro melancarkan serangan balik yang dibantu oleh sekutu yang tak terduga, yaitu yen Jepang. Setelah melemah dalam tujuh dari sembilan sesi terakhir, EUR/USD akhirnya menemukan pijakan, dan pihak bull euro melancarkan serangan balasan yang terbantu oleh sekutu tak terduga: yen Jepang.

Yen tengah menguat terhadap mata uang utama lainnya, dan imbal hasil obligasi global turun mengikuti pergerakannya. Penjelasannya sederhana: perekonomian dan pasar sedang kembali ke kondisi normal setelah era tidak normal yang ditandai intervensi politik dan uang murah. Bank of Japan sedang memperketat kebijakan dan mengurangi pembelian obligasi, yang mendorong kenaikan imbal hasil domestik. Perekonomian Jepang senilai $4,3 triliun dan pasar obligasinya senilai $8 triliun terlalu besar untuk diabaikan oleh seluruh dunia.

Dinamika lindung nilai risiko mata uang

Dolar dibiarkan tanpa asuransi

Namun, ada alasan kedua yang kurang jelas di balik penguatan kembali euro — yaitu dolar itu sendiri. Dana pensiun dan perusahaan asuransi di seluruh dunia hanya melakukan lindung nilai terhadap risiko mata uang sebesar 41% per 30 Juni, level terendah sejak 2015. Lonjakan lindung nilai tahun lalu, yang didorong oleh guncangan tarif Donald Trump, sebagian besar telah memudar seiring stabilnya greenback. Tingkat lindung nilai yang rendah tersebut membuat mata uang menjadi rentan. Jika sentimen berbalik, aksi jual bisa menjadi lebih tajam daripada yang diperkirakan pasar.

Panduan lama — memegang US dollar sebagai aset safe haven sambil berhemat pada biaya lindung nilai — mulai retak dari kedua sisi. Greenback telah melemah sepanjang kuartal ini dan terus kehilangan nilai terhadap sebagian besar mata uang G10, dan investor kembali membicarakan "debasement trade." Rencana Treasury untuk meningkatkan pembelian jangka panjang bersamaan dengan intervensi di USD/JPY telah menambah keraguan atas kesediaan otoritas AS untuk mempertahankan mata uang tersebut dengan segala cara.

Dinamika biaya lindung nilai risiko mata uang

Dolar dibiarkan tanpa asuransi

Menambah ketidakpastian adalah sikap Ketua Fed Kevin Warsh. Pasar masih belum tahu apakah ia akan tetap melanjutkan kenaikan suku bunga sementara Presiden Trump secara terbuka mendorong kebijakan uang murah.

Namun, tidak semua orang meyakini pembalikan penuh dolar sedang berlangsung. Credit Agricole tetap bearish terhadap EUR/USD, memandang penguatan terbaru sebagai kerusakan sampingan akibat guncangan geopolitik, mulai dari ketegangan dagang AS–Tiongkok hingga konflik di Ukraina dan Timur Tengah, ditambah risiko pemilu di Jerman dan Prancis. Bank tersebut menargetkan level 1,13 pada akhir tahun sebelum pulih ke 1,17 tahun depan.

Untuk saat ini, serangan balik euro lebih bertumpu pada support yen dan portofolio yang kurang terlindung (under-hedged) daripada keyakinan akan pembalikan dolar yang berkelanjutan. Arahkan perhatian ke Tokyo: langkah berikutnya dari Bank of Japan bisa menentukan jalur imbal hasil global lebih cepat daripada keputusan mana pun dari Fed.

Dolar dibiarkan tanpa asuransi

Apakah euro akan mempertahankan kenaikan ini, atau ini hanya jeda sejenak sebelum gelombang penjualan berikutnya?

Secara teknikal, grafik harian menunjukkan bahwa koreksi dari 1,1635, atau penurunan di bawah 1,1615, akan menjadi pemicu untuk melakukan penjualan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading