Pada hari Kamis, EUR/USD berbalik menguat terhadap dolar AS dan berkonsolidasi di bawah level retracement 100,0% pada 1,1620. Ini sudah menjadi penutupan kelima atau keenam di bawah atau di atas level ini yang belum mengarah pada pergerakan lanjutan. Trader sebaiknya mencatat hal ini. Penjual (bear) kemarin melancarkan serangan, meskipun secara logis, pembeli (bull) yang seharusnya menyerang. Namun, pembeli tetap pasif, sementara penjual juga tidak bergerak terlalu jauh.

Struktur gelombang pada grafik per jam masih tetap "bullish" meskipun telah terjadi penurunan selama dua minggu. Gelombang naik terakhir yang sudah lengkap berhasil menembus puncak sebelumnya, sementara gelombang menurun terakhir tidak menembus level terendah sebelumnya. Kondisi geopolitik tetap konsisten negatif: negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat tidak berlangsung, dan blokade Selat Hormuz masih berlanjut. Sikap FOMC saat ini lebih penting bagi dolar, tetapi tetap bersifat kontradiktif.
Latar belakang berita pada hari Kamis memberikan kesempatan kepada para trader untuk benar-benar melakukan transaksi untuk pertama kalinya minggu ini, alih-alih hanya menunggu di pinggir. Namun, pergerakan yang akhirnya kita lihat hanya sangat lemah korelasinya dengan sifat berita yang dirilis. Jika mengesampingkan semua peristiwa sekunder, hanya rapat ECB yang tersisa, di mana otoritas tersebut memutuskan untuk menaikkan deposit rate menjadi 2,50%. Sebagai pengingat, deposit rate dianggap sebagai suku bunga kebijakan utama di Uni Eropa. Namun, refinancing rate dan marginal lending rate juga dinaikkan sebesar 0,25%. Dengan demikian, untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir, ECB memperketat kebijakan moneter karena percepatan inflasi di kawasan euro.
Selain itu, dalam pernyataan yang menyertai keputusan tersebut, ECB menyatakan bahwa inflasi akan tetap berada di atas level target setidaknya selama tiga tahun lagi, sementara rata-rata inflasi untuk tahun 2026 diproyeksikan sebesar 3%. Pada 2027 dan 2028, inflasi diperkirakan melambat menjadi 2,1%. Namun, saat ini kemungkinan tidak terlalu masuk akal untuk terlalu memperhatikan proyeksi dua atau tiga tahun ke depan. Perkembangan geopolitik dapat secara signifikan memperburuk posisi bank sentral dalam mengendalikan harga konsumen, atau justru menyelesaikan masalah tersebut tanpa pengetatan lebih lanjut.

Pada grafik empat jam, pasangan ini naik hingga mencapai level retracement 61,8% di 1,1649 dan kemudian berbalik dari level tersebut. Dengan demikian, terbentuk reversal yang menguntungkan dolar AS, dan penurunan menuju 1,1588 dan 1,1526 pun dimulai. Konsolidasi di atas 1,1649 akan membuka peluang berlanjutnya pergerakan naik menuju level Fibonacci berikutnya, yakni 76,4% di 1,1726. Saat ini tidak terlihat adanya divergensi yang muncul pada indikator mana pun.
Laporan Commitments of Traders (COT):

Selama minggu pelaporan terakhir, para trader profesional membuka 4.558 posisi long dan menutup 6.869 posisi short. Dalam tujuh minggu pada Februari dan Maret, keunggulan besar pihak bull menguap akibat perang di Iran, sementara dalam dua puluh tiga minggu terakhir, situasinya menjadi lebih seimbang seiring adanya kabar gencatan senjata dan harapan pasar akan berakhirnya perang. Jumlah posisi long yang dipegang spekulan saat ini mencapai 203.000, sedangkan posisi short berjumlah 228.000. Pihak bear masih memimpin, tetapi keunggulan mereka dengan cepat menyempit.
Secara keseluruhan, dalam jangka panjang, para pelaku pasar besar tetap memandang euro dengan minat yang cukup besar. Tentu saja, berbagai peristiwa di seluruh dunia, yang dalam beberapa tahun terakhir sangat melimpah, memengaruhi sentimen para investor. Secara khusus, pasar saat ini mengamati dengan saksama situasi di Timur Tengah, di mana perang tampak bergantian akan berakhir lalu berkobar kembali. Namun, geopolitik tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu nasib dolar.
Kalender berita untuk Amerika Serikat dan Uni Eropa:
- Amerika Serikat – Indeks Harga Konsumen (12:30 UTC).
- Amerika Serikat – Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan (14:00 UTC).
Pada 11 September, kalender ekonomi memuat dua agenda, salah satunya adalah laporan inflasi AS yang tidak boleh diabaikan. Latar belakang ekonomi dapat memengaruhi sentimen pasar pada paruh kedua sesi perdagangan hari Jumat.
Prediksi dan rekomendasi trading EUR/USD:
Pembelian pasangan ini dimungkinkan jika penutupan harga berada di atas 1,1620 pada grafik per jam, dengan target di 1,1700. Penjualan pasangan ini dimungkinkan jika harga berkonsolidasi di bawah 1,1620 pada grafik per jam, dengan target di 1,1551. Aktivitas trader dan pergerakan pasar masih relatif lemah.
Grid Fibonacci terbentuk dari 1,1620 ke 1,1325 pada grafik per jam dan dari 1,1849 ke 1,1325 pada grafik empat jam.
