Kemarin, euro melemah hampir sepanjang hari, padahal awal pekan sebenarnya cukup positif bagi mata uang ini. Pada Senin pagi, pasangan ini dibuka dengan gap naik karena akhir pekan di Prancis ternyata lebih tenang dari yang dikhawatirkan pasar dan tidak ada eskalasi baru di Timur Tengah. Dalam situasi seperti itu, dolar kehilangan sebagian permintaan sebagai aset safe haven, dan euro sempat diuntungkan — tetapi dorongan itu tidak bertahan lama. Minat beli cepat mengering, pasangan ini turun sepanjang hari, dan pada Selasa pagi tertahan di sekitar 1,1167. Dolar sendiri tidak melakukan pergerakan istimewa; euro hanya tidak menemukan alasan untuk bertahan di level yang lebih tinggi.
Kekecewaan utama datang dari survei Ifo Jerman — yang mensurvei para eksekutif perusahaan mengenai kondisi saat ini dan ekspektasi mereka. Indeks utama mencapai 90,2, sedikit di atas proyeksi 89,8, yang sekilas tampak cukup baik. Namun gambaran di dalamnya lebih buruk: komponen kondisi saat ini turun ke 88,8 dibanding perkiraan 89,4, dengan pelaku usaha mengeluhkan mahalnya energi. Komponen ekspektasi justru mengangkat angka utama — 91,6 dibanding proyeksi 89,9 — tetapi pasar terutama fokus pada bagaimana keadaan saat ini, dan harapan untuk masa depan tidak cukup mengesankan, sehingga tidak ada yang terdorong membeli euro setelah rilis tersebut.
PMI Jerman pada hari Jumat menambah kekhawatiran itu. Indeks komposit turun ke 52,8 dari 53,8 sebulan sebelumnya. Pertumbuhan masih ada, tetapi momentumnya jelas melambat. Menjelang pertemuan ECB pada 29 Oktober, euro kekurangan faktor pendukung dari dalam negeri. Pasar memperkirakan jeda, dan kenaikan suku bunga berikutnya baru diproyeksikan untuk Desember, sehingga pelaku beli tidak bisa berharap banyak bantuan dari bank sentral dalam beberapa hari ke depan, sementara harga minyak yang tinggi terus menekan perekonomian kawasan.
Sekarang perhatian tertuju ke pertemuan Federal Reserve pada 28 Oktober. Probabilitas kenaikan suku bunga berada di bawah 10% — pasar memperkirakan jeda — tetapi pernyataan Fed bisa terdengar hawkish karena inflasi AS masih tinggi. Tanpa pemicu baru, saya memperkirakan dolar akan mempertahankan keunggulan dan euro akan kesulitan merebut kembali apa yang telah hilang.
Hari ini kalender zona euro relatif ringan, dan tiga rilis data yang ada biasanya hanya diperlakukan sebagai latar belakang. Pertama, kredit sektor swasta untuk September (konsensus 3,1%), yang menunjukkan seberapa cepat pertumbuhan pinjaman rumah tangga dan perusahaan serta bagaimana kenaikan suku bunga tersalurkan ke dalam perekonomian. Kedua, M3 money supply — ukuran paling luas dari jumlah uang yang beredar dalam perekonomian — diperkirakan di 3,6% setelah 3,5%; European Central Bank memantau data ini sebagai petunjuk mengenai inflasi ke depan. Ketiga, tingkat pengangguran Spanyol kuartal III diproyeksikan di 9,90% setelah 9,87%. Proyeksi pada dasarnya mengulang angka sebelumnya, sehingga saya tidak memperkirakan kejutan. Agar euro bergerak signifikan, angkanya harus menyimpang cukup jauh dari ekspektasi; data yang netral setelah rilis Ifo kemarin tidak akan memberi dukungan. Kemungkinan besar, hingga keputusan Fed, pergerakan pasangan ini akan lebih banyak merespons sentimen terhadap dolar dibandingkan data Eropa.
Momentum
Saat ini harga berada di 1,1167 — kira-kira sepuluh pip dari masing-masing level breakout. Patokan sisi atas adalah 1,1176. Jika pasangan ini mampu bertahan di atas level tersebut, terbuka jalan menuju 1,1195 dan kemudian 1,1211. Saya tidak memberikan probabilitas tinggi pada skenario ini karena kalender data tipis dan tidak banyak faktor yang bisa mendorong euro naik; sepanjang sesi malam, pasangan ini berulang kali menyentuh area 1,1175 lalu berbalik turun. Patokan sisi bawah adalah 1,1155. Penembusan di sana membuka jalan ke 1,1136 lalu 1,1117. Saya melihat arah turun sebagai skenario utama mengingat tiga sumber tekanan pada euro: lemahnya komponen kondisi saat ini dalam survei Ifo, harga minyak yang tinggi, dan sikap hati-hati menjelang Fed. Pengingat bagi pemula: sentuhan pertama bukanlah breakout yang terkonfirmasi — tunggu sampai harga benar-benar bertahan di sisi lain sebelum menyimpulkannya sebagai breakout.
Mean Reversion

Level reversion naik: 1,1181. Idenya: harga bergerak menembus ke atas level ini tetapi gagal bertahan dan kembali turun, yang akan menjadi sinyal jual. Level ini hanya lima pip di atas titik breakout 1,1176, jadi berhati-hatilah saat membuka posisi. Jika harga menembus 1,1176, mencapai 1,1181, dan ditutup dengan tegas di atasnya, itu berarti breakout sudah terkonfirmasi dan skenario jual tidak lagi berlaku. Jika harga hanya menyentuh zona tersebut dan dengan cepat kembali turun di bawah 1,1176, maka skenario reversion yang dimainkan. Perbedaan antara dua skenario ini bisa terjadi hanya dalam hitungan menit, jadi abaikan reaksi pertama pasar dan tunggu konfirmasi yang lebih jelas. Letakkan stop di atas titik tertinggi dari upaya breakout yang gagal tersebut.
Level pembalikkan turun: 1,1160, juga lima pip di atas level breakout di 1,1155. Di sini saya mencari peluang posisi beli jika harga sempat turun di bawah 1,1160, gagal melanjutkan penurunan, lalu kembali naik ke atas. Namun, jika harga menembus 1,1155 dengan bersih dan bertahan di bawahnya, skenario pembalikkan gagal dan skenario jual yang mengambil alih. Karena itu, stop di bawah 1,1155 masuk akal karena gambaran pasar berubah setelah level tersebut benar-benar ditembus. Melihat konteks keseluruhan, saya mengantisipasi pantulan yang lebih lemah dan peluang yang lebih besar untuk kelanjutan penurunan, dibandingkan pembalikan naik yang kuat.
