logo

FX.co ★ USD/JPY: Saran Trading untuk Trader Pemula – 28 Oktober

USD/JPY: Saran Trading untuk Trader Pemula – 28 Oktober

Analisis Transaksi dan Saran Trading Yen Jepang

Pengujian level 157,75 pada paruh pertama hari terjadi ketika indikator MACD sudah bergerak jauh di bawah garis nol, sehingga membatasi potensi penurunan pasangan tersebut.

Keputusan The Fed memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap yen daripada yang mungkin terlihat pada awalnya. Meskipun pasar menilai probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini di bawah 10%, prospek untuk pertemuan-pertemuan berikutnya masih belum pasti. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan Desember secara bertahap mulai diperhitungkan pasar, yang mendukung imbal hasil Treasury AS dan, pada akhirnya, dolar AS.

Yen belum melupakan pelajaran dari pertemuan The Fed sebelumnya. Pada 15–16 September, The Fed menaikkan suku bunganya ke kisaran 3,75%–4,00%, dengan seluruh anggota komite memberikan suara bulat mendukung keputusan tersebut. Yen melemah sebagai respons. Pasar menafsirkan kenaikan suku bunga ini sebagai konfirmasi bahwa bank sentral AS siap terus memerangi inflasi, dan imbal hasil Treasury pun naik. Bank of Japan baru merespons dua hari kemudian, pada 18 September, dengan menaikkan suku bunganya ke 1,25%, tetapi langkah ini tidak cukup untuk membalikkan sentimen pasar.

Karena itu, para trader memberikan perhatian khusus pada pernyataan Kevin Warsh hari ini. Ia perlu menjelaskan mengapa The Fed mengambil jeda setelah menaikkan suku bunga bulan lalu. Nada yang hawkish dari Warsh akan menambah tekanan pada yen. Jika bank sentral menegaskan bahwa inflasi tetap menjadi fokus utamanya dan tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan, imbal hasil dapat naik, mendukung USD/JPY dan membuat yen yang sudah tertekan semakin kehilangan nilai. Sikap hati-hati Bank of Japan juga menjadi beban bagi mata uang ini. Indeks harga konsumen inti untuk September tercatat 2,4%, dibandingkan proyeksi 1,9%, sementara pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada 30 Oktober sekitar 25%.

Skenario dovish akan menjadi hasil yang paling menguntungkan bagi yen. Jika Warsh mengindikasikan bahwa bank sentral memiliki waktu yang cukup untuk mengevaluasi kondisi ekonomi, imbal hasil Treasury AS mungkin turun, dolar melemah, dan USD/JPY berpotensi mencatat penurunan yang cukup signifikan.

Untuk strategi intraday, fokus yang lebih besar akan diberikan pada penerapan Skenario No. 1 dan No. 2.

USD/JPY: Saran Trading untuk Trader Pemula – 28 Oktober

Sinyal Beli

Skenario No. 1: USD/JPY dapat dibeli hari ini ketika harga mencapai level masuk di sekitar 158,01 (garis hijau pada grafik), dengan target di 158,50 (garis tebal hijau pada grafik). Di sekitar 158,50, posisi beli dapat ditutup dan posisi jual dibuka ke arah sebaliknya, dengan target pergerakan 30–35 poin dari level tersebut. Pasangan USD/JPY berpotensi naik hari ini, meskipun potensi kenaikannya tampak terbatas. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas garis nol dan baru mulai bergerak naik dari level tersebut.

Skenario No. 2: USD/JPY juga dapat dibeli hari ini jika harga menguji level 157,78 dua kali berturut-turut, sementara indikator MACD berada di zona jenuh jual (oversold). Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan tersebut dan memicu pembalikan tren naik di pasar. Kenaikan menuju level berlawanan di 158,01 dan 158,50 kemudian dapat diantisipasi.

Sinyal Jual

Skenario No. 1: USD/JPY dapat dijual hari ini setelah harga menembus ke bawah 157,78 (garis merah pada grafik), yang dapat memicu penurunan tajam pada pasangan ini. Target utama bagi penjual terletak di 157,27, tempat posisi jual dapat ditutup dan posisi beli segera dibuka ke arah sebaliknya, dengan target rebound sebesar 20–25 poin dari level tersebut. Tekanan jual pada pasangan USD/JPYdapat kembali muncul hari ini jika bank sentral melakukan intervensi di pasar valuta asing. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah garis nol dan baru mulai bergerak turun dari level tersebut.

Skenario No. 2: USD/JPY juga dapat dijual hari ini jika harga menguji level 158,01 dua kali berturut-turut, sementara indikator MACD berada di zona jenuh beli (overbought). Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan tersebut dan memicu pembalikan tren menurun di pasar. Penurunan menuju level 157,78 dan 157,27 kemudian dapat diantisipasi.

USD/JPY: Saran Trading untuk Trader Pemula – 28 Oktober

Penjelasan Grafik:

  • Garis tipis hijau — level masuk tempat instrumen trading dapat dibeli.
  • Garis tebal hijau — level harga perkiraan untuk menempatkan order Take Profit atau menutup posisi secara manual karena kenaikan dianggap tidak mungkin berlanjut di atas level ini.
  • Garis tipis merah — level masuk tempat instrumen trading dapat dijual.
  • Garis tebal merah — level harga perkiraan untuk menempatkan order Take Profit atau menutup posisi secara manual karena penurunan dianggap tidak mungkin berlanjut di bawah level ini.
  • Indikator MACD. Saat memasuki pasar, penting untuk mempertimbangkan zona overbought dan oversold.

Catatan: Trader forex pemula harus sangat berhati-hati ketika memutuskan untuk masuk ke pasar. Menjelang rilis laporan fundamental utama, secara umum sebaiknya tetap di luar pasar untuk menghindari paparan terhadap fluktuasi tajam nilai tukar. Jika tetap trading saat rilis berita, selalu pasang order stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa order stop-loss, seluruh akun trading dapat terkuras dengan sangat cepat, terutama ketika aturan pengelolaan risiko tidak diikuti dan ukuran posisi yang digunakan terlalu besar.

Ingat bahwa trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti contoh yang diberikan di atas. Membuat keputusan trading secara spontan berdasarkan kondisi pasar saat ini adalah strategi yang pada dasarnya merugikan bagi trader intraday.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading