
EUR/USD kembali berbalik menguat terhadap dolar AS pada akhir pekan lalu setelah terlebih dulu menyapu likuiditas di bawah level terendah sebelumnya. Dengan demikian, secara teknikal memang ada dasar bagi kenaikan mata uang Eropa, dan ekspektasinya tetap bahwa para bull akan melancarkan serangan berskala penuh. Menurut saya, para bear sudah terlalu lama berada di posisi ofensif hampir tanpa perlawanan, sementara latar belakang berita dalam beberapa bulan terakhir tidak sepihak sampai sedemikian rupa sehingga hanya menguntungkan kenaikan dolar semata. Euro setidaknya layak untuk mendapatkan fase koreksi naik. Euro juga memiliki target yang jelas: Imbalance 24, dari sana impuls bearish dapat berlanjut kembali dan berpotensi menghasilkan sinyal jual baru.
Pemilihan anggota kongres AS akan berlangsung besok, sebuah peristiwa yang telah dinantikan pasar dalam beberapa minggu terakhir. Dapat dikatakan bahwa dolar AS melemah menjelang pemilu ini, dan hal tersebut juga tampak sepenuhnya logis. Partai berkuasa Donald Trump berpeluang kalah dalam pemilu, yang berpotensi membawa sejumlah perubahan pada haluan politik AS. Sebagian besar analis berpendapat bahwa Trump akan tetap banyak mengambil keputusan secara sepihak, sementara Partai Demokrat selama dua tahun ke depan akan menentang hampir setiap keputusan presiden. Akibatnya, banyak keputusan penting, seperti yang terkait anggaran, berisiko mengalami penundaan signifikan.
Perlu diingat pula bahwa sikap Federal Reserve tidak se-hawkish yang diyakini banyak pihak. Pada pertemuan terakhir, hanya dua anggota FOMC yang memilih pengetatan kebijakan, sementara The Fed sendiri mengambil keputusan netral yang tidak menyiratkan dominasi dolar yang berkelanjutan atas euro dalam beberapa pekan terakhir. Perekonomian AS memang tumbuh lebih kuat daripada proyeksi pada kuartal ketiga, tetapi hal itu saja tidak cukup untuk membenarkan rally dolar selama dua bulan. ECB juga mempertahankan level suku bunga dan diperkirakan akan menaikkannya pada Desember, sama seperti The Fed. Kondisi ekonomi yang dihadapi euro dan dolar saat ini nyaris serupa.
Saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa gerak turun bearish akan segera berakhir. Imbalance 24 masih valid dan harga dapat merespons area tersebut, yang berpotensi memicu sinyal jual. Para bear sudah melangkah terlalu jauh dan menghentikan mereka sekarang tidak akan mudah. Di sisi lain, para bull perlu menetralkan Imbalance 24 dan membentuk pola bullish sebelum kenaikan yang berarti dapat diantisipasi. Ini akan membutuhkan pergerakan naik yang tajam pada euro, tetapi sejauh ini para bull justru menunjukkan kelemahan.
Pada bulan September, FOMC menaikkan suku bunga dan menyatakan kesiapan untuk mulai memperketat kebijakan moneter. Hal tersebut sudah cukup untuk memicu gelombang bearish berskala besar yang masih berlanjut hingga saat ini. Namun, bahkan setelah pengetatan kebijakan moneter The Fed pada bulan September dan kemungkinan pengetatan lebih lanjut pada bulan Desember, sulit untuk berargumen bahwa euro sama sekali tidak menerima berita positif dalam periode ini.
Secara umum, menurut saya, latar belakang berita justru masih memihak para bull. Terlepas dari sikap kebijakan moneter The Fed yang lebih hawkish, ini bukan satu-satunya faktor penentu nilai tukar. Uni Eropa juga menghadapi masalah, tetapi justru itu poinnya: masalah ada di mana-mana, tetapi hanya euro yang melemah. Kedua bank sentral sama-sama memperketat kebijakan moneter, tetapi hanya dolar yang menguat. Meski demikian, tetap disarankan untuk menunggu sinyal bullish sebelum mengantisipasi kenaikan euro. Membeli mata uang Eropa secara spekulatif terlebih dulu juga tidak direkomendasikan.
Struktur grafik saat ini menunjukkan kelanjutan impuls bearish tanpa hambatan. Satu-satunya pola yang relevan untuk saat ini adalah Imbalance 24, yang dapat kembali diuji dalam waktu dekat. Satu-satunya peluang para bull untuk saat ini terletak pada penyapuan likuiditas di bawah swing low yang jelas. Namun, membuka posisi beli membutuhkan bukti pendukung lebih dari sekadar sapuan likuiditas.
Data ekonomi pada hari Senin tidak memicu penguatan euro. Ada kemungkinan bahwa Donald Trump memberi tekanan pada dolar dengan kembali memutuskan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Alternatifnya, prospek kekalahan Partai Republik dalam pemilu bisa membebani mata uang AS. Bagaimanapun, peristiwa terpenting pekan ini masih berada di depan.
Para bull masih memiliki banyak alasan untuk melancarkan serangan pada 2026. Secara struktural dan global, kebijakan Trump—yang tahun lalu menyebabkan pelemahan tajam dolar—belum berubah. Saat ini, tidak ada faktor besar yang benar-benar menopang mata uang AS, terlepas dari sikap hawkish FOMC. Perkembangan geopolitik dan situasi tegang di Eropa saat ini justru bekerja melawan euro.
Kalender ekonomi untuk Amerika Serikat dan Uni Eropa:
- Amerika Serikat – Lowongan Pekerjaan JOLTS (15:00 UTC).
- Amerika Serikat – Pemilihan anggota kongres.
Kalender ekonomi untuk 3 November memuat dua agenda, tetapi hasil pmilihan anggota kongres kemungkinan baru akan diketahui pada Rabu malam. Dampak data ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Selasa mungkin terbatas.
Prediksi dan Rekomendasi Trading EUR/USD:
Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses membentuk tren bullish yang sudah berada dalam fase korektif selama satu tahun penuh. Latar belakang berita berbalik tajam memihak para bear delapan bulan lalu, tetapi tren yang telah berlangsung selama empat tahun belum dapat dianggap batal atau berakhir. Para bull berpotensi melanjutkan serangannya sebelum akhir tahun. Namun, peluang mereka saat ini terbatas pada level terendah 1,1066 yang tercatat pada Juni tahun lalu, dan level terendah 1,1114 yang terbentuk beberapa minggu lalu. Likuiditas dapat tersapu di bawah salah satu level tersebut. Sinyal jual baru juga dapat kembali terbentuk di dalam area Imbalance 24.
