GBP/USD saat ini berada dalam fase tak menentu setelah pergerakan bullish melewati di atas level resistance 1,3120 baru-baru ini. Struktur tren cukup non volatil yang menandakan tekanan bullish mendatang dalam pasangan ini. Baru-baru ini, GBP menunjukkan kenaikan laporan PMI Manufaktur di 55,1 dari sebelumnya 54,2, sebelumnya diperkirakan sebesar 54,4. Hari ini, laporan PMI Konstruksi GBP akan dirilis dengan ekspektasi penurunan tipis ke 54,2 dari nilai sebelumnya 54,8 dan laporan BRC Shop Index diperkirakan akan menunjukkan perubahan positif dari yang sebelumnya negatif di -0,3%. Meski keputusan kenaikan suku bunga dari Bank of England ditunda dan hasil negatif atau positif keputusan Suku Bunga akan menghasilkan koreksi atau kenaikan lebih lanjut pasangan mata uang ini dalam beberapa waktu mendatang. Dari sisi USD, hari ini laporan ADP Non-Farm Employment Change akan dirilis yang diperkirakan naik ke 187.000 dari nilai sebelumnya 158.000 dan Crude Oil Inventories diperkirakan akan menunjukkan defisit yang lebih kecil ke -4,4 juta dari nilai sebelumnya -7,2 juta. USD akhir-akhir ini cukup negatif dengan beberapa laporan ekonomi dan kebijakan yang dibahas Trump mengenai dolar, pelemahan dapat menyebabkan nilai tukar terus melemah sehingga GDP dapat terus naik di masa mendatang.
Kini, mari lihat gambaran teknikalnya, harga akhir-akhir ini cukup tidak menentu yang diperkirakan akan memberikan tekanan bearish di pasar. Karena harga telah melewati di atas 1,3120 dengan tekanan pasar impulsif, retracement korektif selanjutnya diperkirakan akan terjadi dalam situasi saat ini. Harga diperkirakan akan mencapai 1,3120 sebelum naik lebih tinggi dengan target menuju level resistance 1,3370 dalam beberapa hari mendatang. Karena harga tetap di atas 1,3120 edngan penutupan harian, bias bullish diperkirakan akan terus berlanjut.

