
Berdasarkan perkiraan Badan Informasi Energi (EIA) AS yang disampaikan pada Business Insider, runtuhnya Jembatan Francis Scott Key di Baltimore menyebabkan kerugian sebesar $28 juta pada ekspor batu bara dalam negeri. Pelabuhan di Baltimore ini merupakan fasilitas ekspor batu bara terbesar kedua di AS yang memproses 28% pengiriman batu bara Amerika serta beberapa ekspor pupuk. Kapal kargo raksasa milik Maersk tersebut kehilangan tenaga dan mengeluarkan pesan darurat beberapa saat sebelum menabrak penyangga jembatan. Tabrakan mengerikan ini melumpuhkan seluruh wilayah perairan dan lalu lintas di jembatan tersebut.
Menariknya, Badan Informasi Energi (EIA) mengakui bahwa ekspor batu bara di Amerika terus berkurang akibat diperkenalkannya sumber-sumber energi terbarukan dalam skala besar.
Kecelakaan di Jembatan Baltimore ini telah menimbulkan dampak finansial. Saham sejumlah perusahaan batubara dan logistik besar seperti Consol Energy dan CSX Railroad menguat tak lama setelah kecelakaan tersebut. Jadi, para investor yang memegang sahamnya sudah meraup keuntungan besar.
Selain itu, kehancuran tersebut mengganggu rantai pasokan, sehingga para eksportir batubara harus mengarahkan kapal kontainer mereka ke Asia untuk memenuhi tingginya permintaan, terutama di India, Tiongkok, dan Jepang.
Singkatnya, pelabuhan Baltimore dan Jembatan Francis Scott muncul di media sebagai Black Swan (peristiwa tak terduga). Peristiwa tersebut dapat berdampak pada industri terkait dan harga pasar saham.
Komentar: