
Kondisi cuaca yang memburuk dapat menyebabkan inflasi pangan! Para pakar memperingatkan akan adanya perubahan ini agar pihak berwenang dapat meredam dampak dan menyelamatkan hasil panen.
Saat ini, sejumlah produsen pertanian terkemuka sedang berjuang mengatasi terbatasnya pasokan dan kenaikan harga produk pertanian penting. Penyebabnya adalah serangkaian bencana alam, terutama timbulnya kekeringan, embun beku, dan hujan lebat. Para analis memperingatkan bahwa perubahan iklim negatif dan gejolak geopolitik merupakan katalisator kenaikan harga tanaman pertanian.
Sebaliknya, pasar keuangan sensitif terhadap kondisi cuaca yang memburuk. Akibatnya, Indeks Spot Bloomberg untuk tanaman pangan utama menguat dibandingkan tahun lalu. Hal ini memperparah kekhawatiran mengenai buruknya hasil panen sebagian besar tanaman, khususnya gandum dan kopi. Selain itu, para analis memperkirakan bahwa banyak produk makanan akan mengalami inflasi yang signifikan.
Indeks Bloomberg, yang mencakup sembilan komoditas pertanian, telah melonjak sepanjang tahun ini dan kemungkinan akan ditutup pada minggu ini dengan kenaikan tertinggi dalam seminggu. Berlanjutnya pertumbuhan indeks tersebut akan terus menyebabkan harga roti dan minuman makin mahal.
Saat ini, sereal, yang terdiri dari beberapa spesies pertanian, diperdagangkan di Chicago Mercantile Exchange pada rekor tertinggi. Harga pasar saat ini merupakan yang tertinggi sejak Juli tahun lalu. Alasannya adalah kekeringan dan kelangkaan panen yang diperkirakan terjadi di negara-negara pengekspor utama, mulai dari Australia hingga Rusia.
Produk populer lainnya, kopi Arabika, yang juga merupakan komponen indeks Bloomberg, berada pada jalur pertumbuhan terkuat selama seminggu dalam empat minggu terakhir. Sedangkan harga jus jeruk memecahkan rekor akibat turunnya hasil panen jeruk di Brasil. Nasi Asia juga terkena dampak serupa. Harganya telah melonjak ke level tertinggi dalam 15 tahun.
Komentar: