
Banyak ahli memprediksi bahwa pasar saham AS akan mengalami masa-masa sulit. Namun demikian, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kesulitan yang akan datang. Menurut Bill Smead, pendiri Smead Capital Management, inflasi di Amerika akan tetap tinggi selama dekade mendatang dan utang nasional akan meningkat dengan pesat. Pada saat yang sama, pimpinan Smead Capital ini percaya bahwa profit pasar saham negara ini akan menghadapi masa-masa sulit.
Ia mengandaikan bahwa perkembangan peristiwa yang tidak menguntungkan seperti itu dapat mengarah pada situasi yang terlihat pada tahun 1970-an. Kemudian, pertumbuhan inflasi yang cepat di AS menyebabkan penurunan tajam terhadap profit, menciptakan apa yang disebut “zona mati” untuk pasar saham. Dengan latar belakang ini, Federal Reserve menaikkan suku bunga secara tajam.
Bill Smead mengklaim bahwa pasar saham AS akan menghadapi situasi yang sama dalam 10-15 tahun ke depan. Pakar tersebut menambahkan bahwa “zona mati” dalam hal imbal hasil juga sedang menanti. Bill Smead percaya bahwa inflasi yang tinggi akan terus berlanjut dan profitabilitas perusahaan-perusahaan S&P 500 akan turun. Analis tersebut menyimpulkan bahwa proses ini akan memakan waktu beberapa tahun.
Khususnya, pada bulan April 2024, harga konsumen di Amerika naik 3,4% dari tahun ke tahun. Angka ini masih jauh di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2%.
Komentar: