logo

FX.co ★ Goldman Sachs memperingatkan status safe haven dolar AS terancam

Goldman Sachs memperingatkan status safe haven dolar AS terancam

Goldman Sachs memperingatkan status safe haven dolar AS terancam

Dolar AS berpeluang kehilangan status safe haven yang mereka pegang, kata analis di Goldman Sachs. Banyak manajer aset yang dilaporkan kini sedang bertaruh melawan greenback. Menurut Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau CTFC, dana lindung telah meningkatkan net short position dolar AS selama enam pekan berturut-turut, mencatatkan rekor terpanjang mereka sejak 2022.

Pelemahan pada dolar saat ini bisa dikaitkan oleh adanya lonjakan angka lapangan kerja di Amerika Serikat. Pada bulan Mei, pertumbuhan lapangan kerja di AS melampaui ekspektasi pakar ekonomi, yang pada akhirnya menghancurkan harapan para trader dan pemangkasan suku bunga yang akan segera dilakukan oleh Federal Reserve.

Walaupun demikian, Goldman Sachs menyatakan bahwa pasar tenaga kerja AS yang kuat ikut berkontribusi pada reli mata uang Amerika Serikat. Menurut bank tersebut, para investor akan beralih ke greenbank sebagai aset safe haven, mencari perlindungan di tengah ketidakpastian pada pemilu presiden yang akan datang dan aset-aset dengan imbal hasil tinggi.

Oleh karena itu, nilai greenback baru-baru ini menguat terhadap mata uang G10 lainnya. Indeks Spot Dolar Bloomberg membukukan kenaikan satu hari terbesar USD sejak Januari 2024.

Di masa mendatang, banyak pakar ekonomi yang mengantisipasi dua pemangkasan suku bunga dari the Fed. Namun masih ada risiko kecil bahwa bank regulator AS tersebut akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil di tahun ini apabila pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Hal ini berpotensi membuat imbal hasil dolar obligasi yang lebih tinggi, dolar yang menguat, dan aksi jual di pasar saham.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: