logo

FX.co ★ USD menjadi kurang menarik

USD menjadi kurang menarik

USD menjadi kurang menarik

Para analis di Dana Moneter Internasional (IMF) bingung. Faktanya, porsi dolar Australia dan dolar Singapura dalam cadangan devisa meningkat. Sementara itu, minat terhadap dolar AS merosot.
Baru-baru ini, IMF menyoroti meningkatnya minat terhadap mata uang cadangan alternatif, khususnya dolar Singapura, dolar Australia, yuan, dan won Korea Selatan. Pergeseran ini disebabkan oleh fakta bahwa pemegang cadangan utama seperti Rusia sudah mulai memperlakukan dolar AS dengan lebih hati-hati. Meskipun dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan utama, terkadang dolar AS lebih unggul dibandingkan mata uang non-tradisional dalam cadangan internasional.
Beberapa negara, seperti Swiss, lebih memilih untuk menyimpan sebagian besar cadangan devisa mereka dalam euro karena mitra dagang utama mereka adalah zona euro. Meski demikian, analis IMF menegaskan bahwa peran dolar dalam cadangan devisa masih kuat.
Sebelumnya, ahli strategi mata uang di RBC Capital Markets mengatakan bahwa proses de-dolarisasi global sangat lambat. Menurut para analis, perpindahan dari dolar terutama didorong oleh pencarian imbal hasil yang lebih tinggi pada mata uang Barat lainnya.
Khususnya, Rusia telah memulai diskusi mengenai de-dolarisasi perdagangan dengan Amerika Latin dan juga menjajaki cara untuk beralih ke mata uang nasional dalam transaksi dengan Kuba, Nikaragua, Venezuela, dan anggota BRICS.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: