
Amerika Serikat telah memutuskan untuk memperluas kriterianya dalam penerapan sanksi sekunder, tanpa menunjukkan tanda-tanda pelonggaran. Menurut Financial Times, pemerintah AS berencana untuk memperluas daftar perusahaan Rusia yang dikenai pembatasan ini. Washington siap untuk memperketat perintah eksekutifnya terkait sanksi sekunder terkait Rusia.
Departemen Keuangan AS bermaksud untuk memperluas program sanksi sekundernya terhadap Rusia, demikian laporan publikasi tersebut. Pemerintahan Biden diperkirakan akan meningkatkan jumlah entitas yang dikenai sanksi dari 1.200 menjadi lebih dari 4.500. Daftar yang diperbarui tersebut juga akan mencakup perusahaan-perusahaan yang sebelumnya telah dikenai sanksi.
Perintah eksekutif ini memungkinkan Washington untuk menjatuhkan sanksi kepada lembaga keuangan asing yang membantu Moskow dalam melakukan transaksi untuk perusahaan-perusahaan Rusia yang telah dikenai sanksi.
Laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa Gedung Putih berencana untuk melarang penjualan chip semikonduktor ke Rusia. Pembatasan ini menargetkan perangkat yang diproduksi di luar Amerika Serikat tetapi menggunakan teknologi atau peralatan Amerika. Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian sanksi baru AS terhadap Rusia.
Komentar: