
Sanksi UE terhadap Tiongkok sangat tegas. Mereka yang menerapkannya tidak akan bisa lolos. Kali ini, Tiongkok meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap beberapa barang Eropa. Langkah ini merupakan respons terhadap keputusan UE yang mengenakan tarif hingga 38,1% pada mobil listrik Tiongkok mulai bulan Juli. Hal ini mengejutkan dan membuat marah banyak perusahaan Tiongkok, sehingga mereka meminta pemerintah untuk memulai penyelidikan anti-dumping terhadap impor daging babi, brendi, dan mobil dari UE, serta subsidi untuk produk susu dari zona euro.
Tindakan balasan ini dapat meningkatkan ketegangan perdagangan dengan Tiongkok. Jika hal ini terjadi, sektor perekonomian UE yang sangat bergantung pada Tiongkok akan terkena dampak paling parah.
Menurut Global Times, Tiongkok akan melakukan penyelidikan anti-dumping terhadap impor daging dari zona euro. Tidak jelas produsen daging babi Eropa mana yang akan terkena dampaknya, namun diperkirakan mereka akan menargetkan jeroan, yang merupakan bagian besar dari impor daging babi. Pada tahun 2023, nilainya melampaui $3 miliar.
Pada bulan Januari, Beijing telah meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap brendi, yang sebagian besar diimpor dari Perancis dalam kontainer di bawah 200 liter.
Investigasi juga akan fokus pada subsidi Eropa untuk produk susu tertentu. Masih belum diketahui produk apa saja yang akan dicermati. Pada tahun 2023, impor utama adalah whey kering, krim, dan susu segar, dengan jumlah total €1,7 miliar ($1,8 miliar).
Pabrikan mobil Eropa pun tidak terkecuali. Produsen Tiongkok mendorong kenaikan tarif impor kendaraan berbahan bakar bensin berukuran besar menjadi 25% dari 15% saat ini. Hal ini akan sangat berdampak pada banyak produsen mobil Eropa, terutama Jerman, yang mengekspor SUV dan sedan ke Tiongkok.
Investigasi ini juga akan mencakup impor plastik dan polimer dari UE, serta jenis plastik konstruksi dari UE, AS, Jepang, dan Taiwan.
Komentar: