
Bursa saham Rusia mengalami beberapa perubahan drastis. Kini, yuan menjadi mata uang teratas menggantikan dolar dan euro. Menurut Business Insider, Rusia mengubah strategi perdagangan mata uangnya setelah sanksi AS memaksa Moscow Exchange untuk menghentikan perdagangan dolar dan euro. Saat ini, regulator Rusia itu telah menggunakan nilai tukar yuan/ruble sebagai acuan. Menurut estimasi dari Bank of Russia, mata uang Tiongkok kini digunakan dalam 54% transaksi di negara itu.
Pihak otoritas menyatakan bahwa pasangan CNY/RUB sekarang akan menjadi pasangan mata uang primer. Pengumuman ini muncul setelah perdagangan pasangan mata uang utama yaitu USD/RUB dan EUR/RUB dihentikan di Moscow Exchange. Hal ini menyebabkan kebingungan karena minimnya transparansi dalam nilai tukar, tapi situasinya sejak itu menjadi stabil.
Sebagian bank Rusia telah menghentikan penjualan dolar, sehingga memungkinkan nilai dolar AS meroket terhadap ruble. Namun, ini tidak mengejutkan banyak orang karena peran dolar AS dan euro dalam transaksi perdagangan makin berkurang dalam dua tahun terakhir.
Dalam konteks ini, mata uang Tiongkok menjadi makin diutamakan. Bank Sentral Rusia menekankan bahwa yuan telah menjadi mata uang utama di Moscow Exchange. Bank sentral tersebut berharap bahwa perdagangan dalam mata uang Tiongkok akan membuka jalan untuk pasangan mata uang lainnya dan menjadi acuan bagi banyak pelaku pasar. Menurut perwakilan Bank of Russia, mata uang dari negara-negara sahabat dan ruble kini mencapai 80% dari pembayaran perdagangan luar negeri Rusia.
Komentar: