logo

FX.co ★ Yuan gagal bersaing ketat dengan greenback

Yuan gagal bersaing ketat dengan greenback

Yuan gagal bersaing ketat dengan greenback

Mata uang Tiongkok sedang melalui masa-masa sulit. Permintaan global terhadap yuan berkurang karena ketidakpuasan Beijing. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), porsi yuan dalam cadangan devisa global anjlok ke level terendah sejak pertengahan tahun 2020 pada akhir kuartal pertama tahun 2024.

Dari bulan Januari hingga Maret tahun ini, mata uang Tiongkok kehilangan sebagian besar cadangan devisa globalnya. Akibatnya, saham yuan menyusut menjadi 2,15% dari sebelumnya di 2,29%. Para analis memperkirakan bahwa ini merupakan level terendah sejak kuartal April-Juni 2020.

Mata uang tunggal Eropa juga tidak luput dari nasib serupa: pangsanya juga turun 0,25% menjadi 19,69%. Para ahli mencatat bahwa euro telah gagal menetap di atas ambang batas 20% selama lima kuartal berturut-turut.

Dalam konteks ini, dolar AS terasa seperti pemenang: pangsanya dalam cadangan forex global naik 0,41% pada kuartal terakhir, kini mencapai 58,85%. Namun, para ahli memperingatkan para trader agar tidak terlalu optimis karena pangsa USD saat ini masih di bawah rata-rata lima tahun terakhir sebesar 59,92%. Sementara itu, pangsa pound Inggris meningkat (+0,03% menjadi 4,89%) dan dolar Australia (+0,02% menjadi 2,16%).

Sebelumnya dilaporkan bahwa pada akhir Mei 2024, pangsa yuan dalam transaksi SWIFT turun menjadi 4,47%. Pada bulan Maret, pangsa renminbi tercatat sebesar 4,69%, menurut para ahli.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: