
Banyak investor yang frustasi terhadap keadaan ekonomi Jerman yang suram. Apakah ini berarti bahwa pusat kekuatan ekonomi zona euro tersebut telah kehilangan momentum? Karena investor ingin main aman, kini mereka merivisi portofolio mereka.
Menurut survei yang dilakukan ZEW Institute, kepercayaan para investor terhadap Jerman kian memburuk. Alasannya adalah prospek eknomi terbesar Uni Eropa yang tidak pasti. Analis di ZEW memperkirakan bahwa penurunan kepercayaan tercatat untuk pertama kalinya dalam setahun.
Sekelompok pakar tersebut mencatat bahwa barometer ekspektasi investor mengalami penurunan dari 47,5 menjadi 41,8 poin pada bulan Juli. Tren penurunan ini disebabkan oleh kinerja industri yang buruk dan metrik eknonomi yang relevan. Selain itu, para ahli menunjuk pada prospek ekonomi Jerman yang suram.
Sementara itu, ekspor Jerman sudah berkontraksi lebih dari yang diperkirakan akibat ada ketidakpastian politik di Prancis dan ambiguitas mengenai kebijakan moneter masa depan ECB, analis ZEW menjelaskan.
Analisa di Bloomberg Economics memperkirakan bahwa ekonomi Jerman pulih terlalu lambat. Menurut data Bundesbank, PDB Jerman hanya akan mampu tumbuh sebesar 0,3% pada tahun 2024. Selain itu, setengah dari proyeksi penurunan kapasitas manufaktur sebesar 7% disebabkan oleh alasan struktural. Pemulihan penuh setelah dua tahun stagnasi merupakan tantangan yang berat dan hampir tidak dapat dicapai, demikian kesimpulan Bloomberg Economics.
Pada bulan Juni, Wakil Jerman di Parlemen Eropa, Gunnar Beck, mengakui bahwa ekonomi domestik harus menghadapi konsekuensi negatif akibat sanksi anti-Rusia. Dalam konteks ini, Jerman dapat kehilangan antar 1% dan 1,5% dari total pertumbuhan PDB tahunan. Tren ini dapat mengakibatkan kerugian besar mencapai 1,5% atau lebih selama beberapa tahun ke depan. Masalah yang sama juga relevan bagi negara-negara UE lainnya, termasuk negara-negara Eropa Timur, kata wakil tersebut menambahkan.
Komentar: