
Beberapa analis yakin bahwa masa jabatan presiden Trump berpeluang membuat dolar anjlok, namun banyak bankir yang tidak sepakat. Mereka yakin bahwa sang miliarder eksentrik itu dapat meningkatkan mata uang nasional. Skenario ini cukup masuk akal.
Menurut para ahli strategi di Wall Street, kemenangan kandidat Republik dapat menyebabkan kenaikan nilai dolar AS yang signifikan. Namun, kesimpulan ini sedikit kontradiktif, karena kandidat presiden AS Donald Trump sebelumnya pernah menyatakan bahwa dolar yang kuat mengakibatkan masalah. Oleh karena itu, ia tidak keberatan melihat mata uang nasional melemah.
Para ahli strategi mata uang di Deutsche Bank berpendapat bahwa akan sulit bagi Trump untuk mendevaluasi dolar AS secara artifisial, karena akan memerlukan "triliunan dolar" dalam intervensi atau kebijakan yang bertujuan untuk merangsang arus keluar modal secara besar-besaran dari Amerika Serikat. Sebagian analis di Morgan Stanley setuju, mereka mengklaim bahwa kebijakan yang diusulkan Partai Republik akan menyebabkan reli mata uang nasional, sementara Barclays merekomendasikan untuk memanfaatkan dolar baru-baru ini untuk kembali membuka posisi beli
Seruan dari para ahli strategi menyusul komentar Trump terkait bagaimana kekuatan dolar dapat merugikan daya saing Amerika. Selama masa jabatan pertama sebagai presiden, sang miliarder mempertahankan sikap ini. Namun, keadaan mungkin akan berubah. Pernyataan terbaru dari Partai Republik tersebut sudah membebani dolar AS, yang nilainya merosot hingga 1,6% setelah mencapai titik tertinggi selama delapan bulan terakhir pada akhir bulan Juni.
Deutsche Bank menyoroti kebijakan Trump dalam mengusulkan kenaikan tarif. Para analis percaya bahwa penerapan tarif secara luas serta implikasi seriusnya berdampak negatif terhadap dolar AS. Namun, tarif tersebut akan menjadi faktor pasar yang dominan, bukan kebijakan yang bertujuan untuk melemahkan dolar AS, menurut estimasi bank tersebut.
"Bahkan dengan sendirinya, risiko tarif cukup untuk mendukung reli dolar AS," kata para ahli strategi mata uang di Barclays. "Bahkan jika dibalas sepenuhnya, tarif sebesar yang dibahas oleh tim Trump kemungkinan akan meningkatkan dolar AS hingga 4% terhadap mata uang seperti yuan Tiongkok." mereka menambahkan.
Menurut James Lord, seorang ahli strategi mata uang dari Morgan Stanley, perdebatan mengenai prospek dolar AS semakin memanas, menyusul komentar Trump baru-baru ini terkait melemahnya mata uang nasional. Pakar tersebut yakin bahwa penerapan tarif akan membuat dolar menjadi lebih kuat, terutama jika tindakan balasan dari mitra dagang meningkatkan risiko terhadap ekonomi global.
Pada saat yang sama, analis tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Partai Republik dapat mencoba melemahkan dolar dengan mengekang independensi Federal Reserve. Namun, sistem pengawasan dan keseimbangan pemerintah tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Selain itu, status unik mata uang Amerika menjamin kekuatan dan ketahanannya.
Komentar: