
Tesla kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perusahaan ini mengejutkan semua orang dengan pendapatannya yang mengecewakan. Produsen mobil Amerika itu melaporkan laba bersih kuartal kedua sebesar $1,48 miliar, setengah dari laba tahun lalu dan level terendah dalam lima tahun terakhir. Dengan latar belakang ini, saham Tesla anjlok hampir 8% pada jam-jam sebelum pembukaan bursa saham NASDAQ.
Penurunan tajam dalam pendapatan tersebut disebabkan oleh penurunan harga mobil yang bertujuan untuk meningkatkan permintaan dan meningkatkan pengeluaran untuk sejumlah proyek kecerdasan buatan. Kabar baiknya adalah, pendapatan Tesla mencapai $25,5 miliar, naik tipis dari prediksi analis dan angka tahun lalu.
Laba per saham yang disesuaikan mencapai $0,52, mencapai 17% di bawah estimasi konsensus. Artinya, Tesla gagal mencapai target pendapatan selama empat kuartal berturut-turut.
Menurut Bloomberg, investor kini hanya mengamati, percaya pada masa depan yang positif dan rencana ambisius perusahaan. Tesla berjanji untuk memproduksi taksi kemudi otonom yang revolusioner dan robot humanoid, tetapi tentu saja di suatu saat nanti. Saat ini, produsen mobil tersebut tengah bersiap untuk hasil tahun 2023.
Sebelumnya, saham Tesla anjlok menyusul laporan bahwa peluncuran layanan robotaxi milik Elon Musk yang telah lama dinanti akan ditunda. Pada bulan April, miliarder tersebut mengumumkan peralihan strategis kepada kendaraan otonom, dengan menjanjikan akan menghadirkan prototipe di Tiongkok pada tanggal 8 Agustus 2024. Pada bulan Juli, terungkap bahwa Tesla telah menunda demonstrasi produk hingga bulan Oktober karena kendaraan tersebut belum siap.
Komentar: