
Situasi di Timur Tengah kembali memanas. Pasar minyak langsung bereaksi. Harga minyak mentah meroket, dipicu oleh berita perintah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, untuk menyerang Israel.
Akibatnya, minyak mentah West Texas Intermediate AS melampaui $78 per barel setelah naik 4,3% pada sesi perdagangan sebelumnya. Minyak mentah Brent juga menunjukkan kenaikan kuat, ditutup di sekitar $81 per barel.
Data terbaru menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 3,4 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 26 Juli, menandai penurunan kelima berturut-turut dan penurunan terpanjang sejak Januari 2022.
Menambah volatilitas pasar, Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas, dilaporkan telah dibunuh pada tanggal 31 Juli dalam serangan Israel di Teheran setelah menghadiri pelantikan Presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian. Sebagai balasan, Ali Khamenei memerintahkan serangan langsung ke Israel.
Situasi di Timur Tengah tetap tegang, tanpa ada rencana pembicaraan damai. Hal ini meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan tersebut, dan meningkatkan harga minyak.
Komentar: