logo

FX.co ★ Harga minyak turun di tengah kekhawatiran permintaan yang lemah

Harga minyak turun di tengah kekhawatiran permintaan yang lemah

Harga minyak turun di tengah kekhawatiran permintaan yang lemah

Pasar minyak sekali lagi bergejolak dengan harga minyak mengalami penurunan tajam. Pada 19 Agustus, harga minyak mengalami penurunan besar, tertekan oleh kekhawatiran mengenai permintaan yang lemah dari Tiongkok, yang merupakan importir minyak mentah terbesar dunia, Reuters melaporkan. Hal ini dalam gilirannya menekan sentimen pasar dan membangkitkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan.

Minyak berjangka Brent turun 45 sen, atau 0,56%, menjadi $79,23 per barel. Sementara itu, minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 58 sen, atau 0,76%, untuk diperdagangkan di $76,07 per barel.

Pada 16 Agustus, kedua minyak mentah acuan tersebut turun 2% karena investor menekan ekspektasi mereka terhadap pertumbuhan permintaan Tiongkok. Bagaimanapun, harga minyak mengakhiri pekan tidak berubah setelah data AS mengisyaratkan inflasi yang melambat dan berlanja ritel yang stabil.

"Kekhawatiran yang berkepanjangan mengenai lambatnya permintaan di Tiongkok memicu aksi jual besar-besaran," jelas Hiroyuki Kikukawa, presiden NS Trading, unit Nissan Securities. Pada waktu yang sama, ia mencatat bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan eskalasi konflik Rusia-Ukraina, yang mengancam persediaan, terus memberikan dukungan pada pasar.

Sejumlah laporan terbaru menunjukkan penurunan tajam dalam ekspor solar dan bensin dari Tiongkok pada bulan Juli, yang mencerminkan menurunnya pemrosesan minyak mentah karena profitabilitas yang lebih rendah.

Selain itu, data makroekonomi terbaru mengungkapkan hilangnya momentum dalam perekonomian Tiongkok, dengan harga rumah baru turun pada laju paling cepat dalam sembilan tahun, produksi industri melambat, dan pengangguran meningkat.

Situasi ini menjadi sumber kekhawatiran untuk para pelaku pasar. Para analis dan trader menunjuk pada permintaan yang lebih rendah dari Tiongkok, dengan melihat kilang-kilang minyak yang mengurangi tingkat pemrosesan minyak mentah dengan tajam pada bulan Juli. Para ahli menyimpulkan bahwa masalah utamanya tampaknya adalah penurunan tajam permintaan bahan bakar.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: