
Investor milyuner George Soros berpendapat ada bahaya yang mengancam untuk perekonomian global yang muncul dari siklus deflasi. Ia melaporkan tentang hal tersebut selama perkuliahannya untuk Universitas Indian City Bangalore, Wall Street Journal mengungkapkan
Kutipan dari Soros mengatakan, bahkan jika zona Eropa mengatasi krisis saat ini, zona tersebut akan menghadapi tahun tahun "Draconian Restrictions". Ia menambahkan bahwa walaupun mata uang Uni Eropa memiliki badan regulasi de facto- Financial Stability Fund- Jerman akan menetapkan aturan pinjaman.
Fokus Soros adalah bahwa krisis hutang baru baru ini datang dari krisis finansial dunia tahun 2008. Periode itu, banyak pemerintahan Eropa menggunakan dana besar untuk melawan efek kehancuran pasar dan resesi ekonomi, akibatnya hutang publik pada negara tersebut terdorong 10 persen poin.
Namun, investor tersebut mengatakan bahwa krisis baru baru ini jauh lebih berbahaya. Jika masalah tersebut datang untuk menghancurkan bank Eropa, konsekuensinya akan melliputi sistem fiskal global. Di saat yang sama, dalam kondisi seperti ini negara berkembang akan sedikit terkena dampaknya.
Di tahun 2011 George Soros menyalahkan Jerman atas distribusinya dalam krisis dan menyarankan untuk menciptakan obligasi Eropa yang tunggal yang akan menyediakan Uni Eropa kestabilan finansial.
Krisis hutang di Eropa muncul untuk pertama kalinya di tahun 2010 saat Yunani mengalami kesulitan dengan memiliki hutang publik 130% dari PDB. Selain langkah langkah dukungan yang diambil oleh UE, anggota Eropa lainnya terkena resiko, termasuk Italia dan Spanyol.