
Di tengah ketegangan diplomatik antara Russia dan Barat, Presiden Belarus, Alexandr Lukashenko telah menginstruksikan produsen agrikultur negara tersebut untuk meraih profit besar dari masalah orang lain. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Ukraina mendorong Russia dan Barat saling memberikan saksi ekonomi bilateral. Sementara itu, para petani Belarus memutuskan untuk mengambil keuntungan dari embargo makanan dan memperoleh profit. "Kita harus mengambil keuntungan dari situasi ini dan menghasilkan uang. Russia memutuskan untuk membaasi pasar domestiknya dari beberapa produk makanan impor. Kita harus tahun hal ini. Namun, kita belum membuat komitmen apapun dengan pasar lokal kita. Jadi, kita bisa mengimpor barang-narang dari seluruh dunia. Kita harus melakukannya, meproses dan menjualnya. Namun kita harus melakukan kesepakatan dengan Moscow. Jika tidak mereka akan datang pada kita karena melanggar kebijakan mereka," Alexandr Lukashenko menyatakan. Pada waktu bersamaan, Presiden Belarus memberi peringatan bahwa pasar domestik tidak boleh dihabiskan karena permintaan ekstra untuk impor makanan Belarus ke Russia. Dengan pandangan untuk meningkatkan ekonomi, Lukashenko mengumumkan bahwa Belarus siap untuk mendukung larangan embargo para petani Eropa dalam level kepemerintahan. Jadi, udang belarus telah ada di pasar Ukraina. Menariknya, mitra di Uni Bea Cukai memiliki kebijakan bervariasi. Saat ini, Rusia menimbulkan kerugian besar-besaran sebagai akibat dari sanksi ekonomi yang parah. Selain itu, Russia menghabiskan dana besar untuk bantuan kemanusiaan ke Timur Ukraina. Sementara itu, mitra lainnya di Uni Bea Cukai telah menunjukkan kesiapannya untuk meraih keuntungan dari kelesuan ekonomi ini. Leonid Zayats, Menteri pertanian Belarus, melaporkan bahwa pendapatan penjualan dari impor susu dan daging ke Rusia dari bulan Agustus sampai Desember bisa mencapai $2,1 miliar.