logo

FX.co ★ Iran menawarkan India untuk membayar minyak dengan Yen

Iran menawarkan India untuk membayar minyak dengan Yen

Iran menawarkan India untuk membayar minyak dengan Yen

Iran telah meminta India untuk membayar minyak sebagian dalam Yen Jepang. Bloomberg melaporkan bahwa tindakan tersebut diambil untuk menjaga hubungan India dan Iran menjelang pengetatan sanksi ekonomi Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Tehran.
Setelah India menawarkan pembayaran dalam Rupee, Iran, pada gilirannya, mengumumkan dapat menerima Yen. Karena Rupee bukan mata uang yang benar-benar dapat dikonversi, Iran memiliki beberapa kekhawatiran tentang pertukaran bebasnya pada tingkat yang tinggi. India belum menanggapi inisiatif Iran tersebut.
Saat ini India membayar Teheran dengan Dollar AS dan Euro melalui bank perantara Turki, Turkiye Halk Bankasi. Menurut sumber Bloomberg, pada awal 2012 organisasi finansial mengumumkan ketidaksanggupannya untuk memenuhi kewajibannya. Iran menyediakan India dengan minyak pada 9,5 miliar Dollar setahun.
20 November Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba mengatakan bahwa Jepang telah meminta Administrasi AS untuk memungkinkan bank-bank Jepang untuk berhubungan dengan Iran. Amerika Serikat telah berjanji untuk memberikan sanksi "dengan hati-hati".
Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terhadap Iran yang menyatakan opini negatif mereka tentang program nuklirnya. 23 Januari diketahui bahwa Uni Eropa telah sepakat untuk menempatkan embargo pada impor minyak Iran.
Bloomberg mencatat bahwa selama 12 bulan terakhir Rupee telah menurun sebesar 9,1%. Ini merupakan kecenderungan terburuk di antara semua mata uang Asia. Pada saat yang sama, Yen telah naik sebesar 7,2% yang menunjukkan salah satu hasil terbaik di pasar. Dengan demikian, Iran akan mendapatkan keuntungan dari cadangan Yen dibandingkan dengan Rupee.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading