
Lloyds Banking Group yang diatur oleh negara meminta bahwa beberapa manajer utama membayar kembali sebagian dari bonus yang mereka terima tahun lalu. Berdasarkan BBC News, sebagian dari bonus tersebut akan dikembalikan oleh sekitar 10 mantan pejabat dan pejabat saat ini bank tersebut, termasuk mantan bos Lloyds Eric Daniels. Para pejabat Lloyds seharusnya membayar kembali total sekitar 2 miliar pound. Daniels diminta untuk mengembalikan 700 000 pound dari total bonus 1,45 juta pound. Para anggota staff utama lainnya harus memberikan kembali jumlah dalam kisaran 100 000 - 250 000 pound.
Kantor tersebut menginformasikan bahwa keputusan untuk mendapatkan kembali bonus tersebut dibuat oleh Lloyds setelah skandal tahun lalu atas kesalahan penjualan asuransi perlindungan pembayaran. Akhirnya, bank tersebut harus menutupi kerugian para kliennya sebesar 3,2 miliar pound yang secara negatif mempengaruhi hasil fiskal tahun 2011 Lloyds Banking Group.
Seperti yang Daily Telegraph ungkapkan, beberapa politisi Inggris menyerukan bank-bank lokal lainnya untuk mengikuti contoh dari Lloyds. Berdasarkan surat kabar tersebut, Royal Bank of Scotland dengan sekitar 80% dari sahamnya yang dimiliki oleh negara berada di tempat kedua setelah Lloyds dalam pasar PPI.
Pada awal tahun ini, pimpinan eksekutif RBS dan Lloyds menolak untuk mengambil bonus mereka. Ketua RBS Stephen Hester tidak mengambil bonusnya sebesar 963 000 pound (1,5 juta Dollar) setelah sangat dikritik oleh masyarakat dan politisi. Sebelumnya pimpinan eksekutif Lloyds Antonio Horta-Osorio membuat keputusan yang sama; bonusnya berjumlah 2,4 juta pound.