
Jaksa federal AS telah membuka penyelidikan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait renovasi kantor pusat bank sentral di Washington.
Penyelidikan ini dilakukan oleh Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia. Para penyelidik sedang memeriksa apakah Powell menyesatkan Kongres tentang cakupan dan total biaya proyek renovasi tersebut. Jaksa sedang meninjau pernyataan publik ketua Fed serta dokumen-dokumen yang terkait dengan pengeluaran proyek.
Penyelidikan ini menambah tekanan pada Powell di tengah tegangnya hubungan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump. Pemimpin AS tersebut telah berulang kali mengkritik kepala Fed karena menolak untuk melakukan penurunan suku bunga yang lebih dalam dan secara terbuka mempertanyakan kemungkinan penyimpangan dalam renovasi gedung bank sentral, tuduhan yang telah dibantah oleh Powell.
Pada tahun 2025, Federal Reserve menurunkan suku bunga sebesar total 75 basis poin, jauh lebih sedikit daripada yang diinginkan Trump. Powell membela pendekatannya yang hati-hati, dengan alasan risiko inflasi yang masih ada dan ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi pemerintah.
Trump diperkirakan akan mempercepat pengumuman penggantian Powell sebagai ketua Fed. Perlu diingat bahwa masa jabatan Powell akan berakhir pada bulan Mei. Menurut presiden, ia telah menetapkan seorang kandidat dan bermaksud untuk segera mengumumkan keputusannya kepada publik.
Kandidat utama untuk menjadi kepala Fed berikutnya termasuk penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett dan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh. Keduanya mendukung seruan Trump untuk menurunkan suku bunga dengan lebih agresif.