
Pada 31 Maret 2026, setelah Bank Rakyat Tiongkok, People's Bank of China, melakukan pertemuan komitmen kebijakan kuartal pertama, mereka menyatakan akan mempertahankan kebijakan yang mendukung. Regulator bermaksud untuk mengejar strategu moneter yang moderat dan akomodatif, memperkuat penyesuaian kontra-siklik untuk mendukung perekonomian nasional di tengah lingkungan eksternal yang tidak stabil.
Meskipun secara umum stabil, perekonomian Tiongkok menghadapi sejumlah tantangan struktural. Isu-isu utama meliputi ketidakseimbangan antara kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan domestik serta dampak buruk dari guncangan eksternal. Sebagai tanggapan, PBOC berjanji untuk memastikan likuiditas sistem yang memadai dan menerapkan berbagai instrumen kebijakan untuk merangsang aktivitas bisnis.
Bank tersebut mengatakan akan memberikan perhatian khusus pada stabilisasi mata uang nasional. PBOC bermaksud untuk menjaga nilai tukar yuan pada tingkat yang wajar dan seimbang sambil meningkatkan ketahanan pasar mata uang terhadap volatilitas. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan kondisi yang dapat diprediksi bagi eksportir dan investor selama periode ketidakpastian geopolitik global.
Salah satu prioritas PBOC adalah mendukung pemulihan harga konsumen. Regulator tersebut berenca untuk mengoptimalkan struktur pasokan dan sekaligus memperluas konsumsi domestik. Kebijakan ini mencerminkan tujuan Beijing untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan menangkal risiko deflasi sambil memastika stabilitas jangka panjang sektor keuangan.