logo

FX.co ★ Stok minyak OECD diprediksi akan turun ke level terendah sejak 2003 akbat krisis Timur Tengah yang menguras cadangan

Stok minyak OECD diprediksi akan turun ke level terendah sejak 2003 akbat krisis Timur Tengah yang menguras cadangan

Stok minyak OECD diprediksi akan turun ke level terendah sejak 2003 akbat krisis Timur Tengah yang menguras cadangan

Persediaan minyak mentah komersial dan strategis di negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) diprediksi akan anjlok ke level terendah dalam 23 tahun, menurut Reuters, mengutip prediksi resmi dari Badan Informasi Energi AS (EIA). Cadangan negara-negara maju terbesar di dunia ini terkuras dengan kecepatan rekor, terutama didorong oleh krisis geopolitik yang perkepanjangan di Timur Tengah. Apabila konflik bersenjata di Iran semakin meningkat, pengurangan cadangan dapat menjadi tidak terkendali.

Analis AS memprediksi bahwa pada bulan Desember, total stok minyak OECD akan menyusut menjadi 2,3 miliar barel, rekor terendah sepanjang masa dalam pencatatan badan tersebut. Penurunan tajam ini mencerminkan penurunan produksi harian ranta-rata sebesar 11 juta per barel dari produsen Teluk Persia sejak dimulainya permusuhan. EIA mencatat bahwa konsumen utama terpaksa melepaskan minyak dari cadangan strategis secara masal untuk mestabilkan harga pasar secara artifisial, tanpa itu harga pasokan sudah dapat diperdagangkan pada tingkat ekstrem.

Dimulainya musim panas semakin menambah risiko destabilisasi bagi pasar energi global. Paul Diggle, kepala ekonom di perusahaan pengelola aset Aberdeen, memperingatkan bahwa musim puncak perjalanan tradisional pasti akan memicu peningkatan musiman secara tajam dalam permintaan bahan bakar jalan raya dan penerbangan. Ia memperingatkan bahwa apabila pengiriman melalui Selat Hormuz tidak sepenuhnya dipulihkan pada saat itu, ekonomi global akan menghadapi kekurangan pasokan yang parah. Dalam skenario seperti itu, Brent Laut Utara dapat menerima dorongan kenaikan yang kuat dan berpontensi mencapai rekor tertinggi, mencapai $180 per barel pada akhir tahun yang akan memberikan pukulan berat pada stabilitas ekonomi Barat.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading