
Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguan atas perpanjangan perjanjian perdagangan tiga pihak dengan Kanada dan Meksiko (USMCA), seraya mengatakan bahwa ia tidak berkomitmen untuk mempertahankan kesepakatan tersebut. Pemimpin AS itu berpendapat bahwa Amerika Serikat lebih baik menjalankan kebijakan ekonomi secara mandiri dan kesepakatan tersebut jauh lebih penting bagi negara-negara tetangga di kawasan itu dibandingkan bagi Washington.
Kesepakatan trilateral USMCA mulai berlaku pada 1 Juli 2020, menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang telah berlaku sejak 1994. Perjanjian ini menetapkan langkah-langkah untuk mendukung industri otomotif serta memperluas akses produk susu AS ke pasar Kanada, dan mencakup ketentuan mengenai perlindungan lingkungan, hak-hak pekerja, serta kekayaan intelektual.
Kesepakatan tersebut mewajibkan adanya peninjauan bersama atas ketentuan-ketentuannya setiap enam tahun sekali, sebuah proses yang saat ini sedang berlangsung. Namun, pemerintah AS secara terbuka telah menyatakan ketidakpuasan terhadap perjanjian dalam bentuknya saat ini dan sedang mempertimbangkan opsi untuk menolaknya. Gedung Putih siap untuk memperbarui kesepakatan tersebut dengan syarat dapat menetapkan tarif impor secara mandiri.
Komentar: