
Menurut Presiden AS Donald Trump, perusahaan-perusahaan minyak terbesar Amerika sedang meraup keuntungan yang berlebihan di tengah kenaikan harga energi. Saat berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, presiden menyatakan ketidakpuasannya terhadap pendapatan tinggi perusahaan-perusahaan raksasa energi tersebut, dengan secara khusus menyebut Chevron dan ExxonMobil. Trump berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan ini "meraup keuntungan terlalu besar" akibat kelangkaan pasokan di pasar dan seharusnya menurunkan harga bahan bakar di SPBU bagi masyarakat umum Amerika.
Pemimpin Amerika tersebut juga memprediksi penurunan tajam harga komoditas setelah penyelesaian krisis geopolitik yang melibatkan Iran. "Begitu urusan kita dengan Iran selesai, Anda akan melihat harga minyak anjlok drastis," tegas Trump, sembari mendesak perusahaan-perusahaan terkait untuk tidak menunda penurunan harga jual di tingkat konsumen.
Pernyataan Gedung Putih ini muncul di tengah kembali naiknya harga bensin di Amerika Serikat. Pada awal Juli, harga rata-rata bensin jenis Regular naik dari $3,79 menjadi $3,84 per galon (3,79 liter), sementara harga bahan bakar diesel naik sebesar 4 sen menjadi $4,81 per galon.
Komentar: