
Kepala perusahaan investasi Jepang AIJ Investment Advisors Kazuhiko Asakawa telah mengakui kesalahan laporan performa dana, Dow Jones melaporkan. AIJ Investment Advisors yang aktifitasnya diberhentikan oleh kewenangan Jepang sejak Februari tahun ini dituduh merugikan uang klien senilai $1,3 milyar.
Asakawa telah membuat permintaan maaf pada klien AIJ Investment Advisor dan berjanji untuk mengganti hutang dari sisa aset tanpa menjelaskan caranya.
Di Februari otoritas Jepang menyebtukan bahwa AIJ Investment Advisor telah merugi sekitar 90% dari seluruh aset atau senilai 200 milyar yen ($2,48 milyar). Mayoritas dana klien merupakan dana pensiun kecil dan pribadi yang ditabung di AIJ. Hal ini sudah diketahui bahwa skandal AIJ akan mempengaruhi pensiun lebih dari 800 ribu penduduk.
Investigasi yang dilakukan oleh Securities and Exchange Surveillance Commision (SESC) menunjukkan bahwa selama beberapa tahun, perusahaan investasi telah menyalah gunakan laporan performa. AIJ mengakui memiliki 240% suku bunga.
Menurut AFP, AIJ memiliki dana pensiun 145,8 milyar yen, sementara itu kerugian bernilai 109 milyar yen.