logo

FX.co ★ Inggris akan menghitung kerugian GDP setelah Liburan

Inggris akan menghitung kerugian GDP setelah Liburan

Inggris akan menghitung kerugian GDP setelah Liburan

Setiap liburan bernilai 2,3 miliar pound Inggris, yang dihitung oleh para ahli dari Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis, BBC News melaporkan. Mengingat fakta bahwa di Inggris dan Wales terdapat 8 hari libur pertahun (dan di Skotlandia terdapat 9, di Irlandia Utara - 10), seluruh kerugian berjumlah 19 miliar pound.
Kerugian tersebut berasal dari fakta bahwa bank-bank Inggris tidak bekerja pada hari libur, sementara layanan-layanan finansial merupakan bagian inti dari ekonomi tersebut. Kepala pusat penelitian tersebut Douglas McWilliams menyatakan, bahwa sekitar 45% dari seluruh aktivitas ekonomi terpengaruh hari libur, dan hanya 15% yang tampaknya berada di area positif, khususnya, restoran, pub dan elemen lainnya dari industri hiburan.
Dan yang terburuk dari semua itu terjadi ketika liburan sudah dekat. Hal ini menyebabkan perlambatan tempo pertumbuhan ekonomi, CEBR mempertimbangkan.
CEBR membandingkan Inggris dengan Korea Selatan yang pulih sangat cepat setelah krisis finansial global. Seperti yang dijelaskan oleh para ahli tersebut, penduduk biasanya bekerja sekitar 500 jam per tahun atau bahkan lebih.
Di sebagian besar negara tersebut, terdapat aturan yang membatasi jumlah hari libur yang tidak jatuh pada akhir pekan. Sehingga di Spanyol jumlah ini mencapai 14, di Yunani dan Rusia berjumlah 12, di Cina - 11, di Irlandia, Jerman dan Kanada - 9. Namun, badan legislatif dari negara-negara yang berbeda tersebut menjelaskan beragam cara kompensasi untuk bekerja selama liburan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading